Santri Pesantren Persis Pajagalan Siap Gelar HIPA ’25, Panggung Kreativitas dan Dedikasi

BANDUNG, LINTAS JABAR – Santri Pesantren Persatuan Islam (Persis) 01-02 Pajagalan Bandung siap menggelar kegiatan tahunan HIPA ’25 (Haflah Imtihan dan Pekan Amal) yang akan berlangsung pada 28–29 Juni 2025 di pelataran pesantren.

Acara ini merupakan kegiatan penutup tahun ajaran yang dirancang dan dilaksanakan oleh para santri bersama para guru atau asatidz.

Selain menjadi ajang evaluasi dan pelepasan santri kelas 3 Mu’allimien yang telah menyelesaikan masa belajarnya, HIPA ’25 juga menjadi ruang ekspresi bagi para santri dan alumni.

Rencananya berbagai kegiatan akan dihadirkan, mulai dari semarak pentas seni, seminar, talk show, hingga penampilan dari Mystery Guest yang akan menjadi kejutan tersendiri bagi para pengunjung.

Disamping itu, pada perhelatan HIPA ’25 juga akan menghadirkan kolaborasi dengan Pemuda Persis Kota Bandung, IKA-PPI Pajagalan Bandung, serta tokoh-tokoh seni dari lingkungan pesantren dalam pentas Talkshow.

Acara pun selain akan dihadiri oleh para santri, asatidz, alumni dari berbagai daerah, juga terbuka bagi masyarakat sekitar yang akan turut memeriahkan suasana.

Dikatakan Ketua Pelaksana HIPA ’25, Muhammad Syauqanie Indillah bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur atas proses panjang pencarian ilmu yang mereka jalani.

“Momen ini adalah wujud syukur mendalam atas taufik dan hidayah Allah SWT yang menyertai perjalanan menuntut ilmu kami di Pesantren Persatuan Islam 1-2 Bandung. HIPA tahun ini kami dedikasikan sebagai panggung inspirasi dan penjelajahan potensi diri,” ujarnya kepada lintasjabar.com, Jumat 27 Juni 2025.

Ia juga menambahkan bahwa acara ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat, terutama bagi para santri muda yang sedang mencari arah hidup dan ingin menggali potensi diri.

Sementara tujuan HIPA ’25 sendiri diungkapkan Muhammad Syauqanie Indillah adalah memberikan dedikasi bagi masyarakat, santri, asatidz, dan alumni, meningkatkan semangat para pemuda Islam. Juga mengembangkan prestasi dan potensi agar menjadi pribadi tangguh, mandiri, dan beradab.

Begitu juga bertujuan menghadirkan ghirah santri untuk peduli kepada setiap insan serta diharap menjadi media dakwah bil lisan kepada masyarakat.

“Melalui HIPA ’25, para santri tidak hanya belajar tampil, tapi juga berorganisasi, mengelola acara, dan menyampaikan pesan-pesan dakwah secara kreatif. Ini menjadi bukti bahwa pesantren tidak hanya mencetak ahli agama, tetapi juga generasi muda yang mampu berkontribusi dalam kehidupan sosial dan budaya di masyarakat luas,” pungkasnya. (Ramdlan)