Sumedang Sebagai Puser Budaya Sunda Hanya Sebatas Branding

BANDUNG, LJ – Sumedang sebagai Puser Budaya Sunda, kurang maksimal dimanfaatkan bahkan selama ini hanya sebatas branding saja, hal itu kenyataan yang terjadi di lapangan. Sebagai Puser Budaya Sunda Kabupaten Sumedang itu lebih tertinggal dari orang yang mengklaim Puser Budaya Sunda Seperti Purwakarta.

Pengatan itu dilontarkan Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat H.Hery  Ukasah Sulaeman, S.Pd.M.Si di Bandung kemarin.

Diakuinya, Kab. Sumedang memilki potensi-potensi wisata yang harus digali, tetapi selama ini ia melihat Sumedang sebagai Puser Budaya Sunda, kurang maksimal, dimanfaatkan hanya branding saja. Bahkan, ada beberapa hal yang harus proaktif dilaksanakan oleh pemerintah daerah, seluruh stakeholder, serta DPRD Jabar, para tokoh masyarakat, tokoh pemuda yang peduli terhadap kebudayaan untuk sama-sama mengkaji dan mendalami.

“Selama ini Bupati belum pernah mengundang kami secara khusus untuk membahas potensi-potensi budaya yang ada di Kab.Sumedang, melalui program-program yang akan disampaikan. Padahal kami menunggu bahkan kita welcome karena APBD Jawa Barat itu kurang lebih 30 Trilyun, itu adalah milik rakyat, milik kita semua , tetapi bagaimana Bupati atau pemerintah daerah itu punya keinginan yang kuat bekerja yang proaktif dengan pemerintah daerah, dengan pemerintah pusat,” ujarnya. (Sep/Ydi)

Tinggalkan Balasan