
KAB. BANDUNG, LJ – Ajaran Sufistik adalah bagaimana manusia dapat meraih kemuliaan hidup di dunia dan hidup kelak di akhirat, dengan cara taat kepada perintah dan menjauhi segala yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.
Perkembangan dan ajaran sufistik pun mengalami kemajuan, seiring dengan perkembangan waktu dari satu masa ke suatu zaman berikutnya. Sehingga menepis anggapan yang menganggap bahwa sufisme tidak akan mengalami perkembangan seiring dengan terjadinya modernisasi dan industrilisasi.
Begitu pula gerakan politik sufistik dalam lingkup dunia politik praktis yang mengedepankan etika dan norma-norma politik di Indonesia. Bahkan tak sedikit pertanyaan muncul menyoal interkoneksi sufi klasik dan sufi kontemporer.
Demikian terungkap pada acara Reses II Tahun Sidang 2022-2023 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, Hj. Thoriqoh Nashrullah Fitriyah, ST, M.E.Sy yang dikemas dengan acara diskusi Ruang Publik di Gedung Ma’had Al Jami’ah Jalan Ciganitri Kabupaten Bandung, Jumat 17 Februari 2023.

Diskusi yang mengusung tema ‘Gerakan Politik Sufistik’ pun selain dihadiri Thoriqoh Nashrullah Fitriyah legislator Fraksi PAN, juga menghadirkan pemateri atau narasumber lain diantaranya Dosen IAI Persis Bandung DR. Roni Nugraha, M. Ag serta Pengkaji Tasawuf Drs. H. Endang Sirojudin, M. Si. Acara juga dipandu oleh Sekretaris Umum IKA IAI Persis Bandung, Herdiana atau akrab disapa Kang Acil.
DR. Roni Nugraha, M. Ag menegaskan dihadapan peserta Reses yang digelar Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Institut Agama Islam Persatuan Islam (IAI Persis) Bandung bahwa gerakan dan ajaran sufistik pada tataran politik hingga saat ini masih ada dan tidak pernah hilang.
Sedangkan Drs. H. Endang Sirojudin, M. Si, mengupas history dan perjalanan panjang para Sufi serta esensi pergerakannya yang kerap mengedepankan sikap mahabbah atau kecintaan yang luar biasa terhadap Sang Maha Pencipta, Allah SWT atas apa yang dilakoni dalam setiap gerakan di kehidupannya. Begitu halnya, lanjutnya, dalam gerakan siyasah, ajaran sufistik melekat begitu kentara.
Sementara itu, Thoriqoh Nashrullah Fitriyah, ST, M.E.Sy yang juga anggota Komisi III dari Dapil Jabar II Kabupaten Bandung mengatakan bahwa kegiatan Reses baginya merupakan ajang silaturahmi dengan stakeholder dan lapisan masyarakat khususnya di Kabupaten Bandung sebagai daerah pemilihannya.
“Alhamdulillah hari ini bersama teman-teman IKA IAI Persatuan Islam kita bisa bertatap muka, bersilaturahmi bahkan berdiskusi dengan tema yang diangkat dan saya menilai begitu menarik. Harapannya semoga menjadi manfaat dan pengetahuan bagi semua,” harap Thoriqoh.

Diakui Thoriqoh, selama menjalani reses banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat baik seputar perekonomian, sektor pertanian, pendidikan, perbankan maupun seputar pembangunan. Dan aspirasi warga tersebut akan menjadi pokok-pokok pikiran (pokir) dewan untuk kemudian disampaikan pada Sidang Paripurna DPRD Jabar.
Seperti diketahui, saat ini pimpinan beserta anggota DPRD Provinsi Jawa Barat tengah melaksanakan agenda Reses II Tahun Sidang 2022-2023 yang berlangsung dari tanggal 13 hingga 22 Februari 2023. Kegiatan reses sendiri dilakukan guna menjaring aspirasi masyarakat di setiap daerah meliputi 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat. (San)












