Tim Pembina RHL Gelar Rakor Bahas Rehabilitasi Hutan & Lahan

BANDUNG, LJ – Tim Pembina Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) terdiri dari unsur Dinas Kehutanan Jabar, BPDAS Cimanuk-Citanduy, Polda Jabar, Kodam III/Siliwangi, Kejati Jabar, Perhutani Divre Jabar-Banten, Forum DAS dan MKTI Jabar, menggelar rapat koordinasi membahas persiapan Rehabilitasi Hutan dan Lahan di wilayah BPDAS Cimanuk-Cintanduy, kemarin.

Rakoor Tim Pembina Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL)

Rapat koordinasi tersebut sebagai upaya mengantisipasi tingkat kerusakan Hutan dan Lahan di wilayah Provinsi Jawa Barat sudah masuk kategori mengkhawatirkan.

“Maka itu tidak boleh dibiarkan, dan harus segera diatasi dan dilakukan reboisasi atau rehabilitasi sebelum terjadi bencana akibat hutan gundul dan lahan kritis,” terang Kepala BPDAS Cimanuk-Citanduy, Ir. Rukma Dayadi,M.Si, kepada awak media.

Namun, sambungnya sebelum melakukan kegiatan di lapangan tentunya perlu dikaji, diperhatikan dan diantisipasi, jangan sampai ada gesekan atau kendala dari pihak yang sejauh ini merasa sudah nyaman dalam mengelola lahan. Disamping itu juga jangan sampai bibit pohon yang disemai serta ditanam hilang begitu saja.

Sementara itu dari data yang terungkap, Hutan dan lahan milik Perum Perhutani Divre Jabar-Banten di wilayah BPDAS Cimanuk-Citanduy ada seluas 8.500 ha, yang terdiri di 4 Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) yaitu : KPH Garut seluas 6.728,49 ha, KPH Tasikmalaya seluas 468,84 ha, KPH Majalengka 884,25 ha dan KPH Sumedang 443,62 ha.

Menurutnya, dilihat cukup luasnya lahan Perhutani ditambah lahan masyarakat yang sudah kritis di wilayah BPDAS Cimanuk-Citanduy, tentunya memerlukan kerjasama, sinergitas atau diperlukan kolaborasi dengan seluruh stakeholder terkait termasuk juga masyarakat.

Ditambahkan Rukma, keberhasilan RHL memerlukan dukungan semua pihak (stakeholder terkait) terutama masyarakat. Untuk itu, sebelum melakukan kegiatan di lapangan maka Tim Pembina RHL harus terlebih dahulu turun ke lapangan.

Dalam rapat tersebut, Rukma Dayadi, memohon penjelasan dari Perhutani terkait kultur sosek (konflik) dikarenakan luasan yang sangat luas.

Tim Pembina Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) berswa photo usai lakukan rapat koordinasi

Menanggapi hal tersebut, Perhutani Divre Jabar-Banten, Ir. Bambang Juriyanto mengatakan bahwa lokasi RHL, pihak Perhutani telah melakukan mapping di luar lokasi teritorial. Sehingga lokasi Bungbulang bukan merupakan lokasi konflik dengan serikat petani pasundan (SPP),dan lain-lain.

Bambang pun berharap kegiatan RHL sukses untuk itu Perhutani punya tanggung jawab dengan kegiatan ini, sehingga untuk di tahun 2019 ini adalah kegiatan yang berada di luar konflik atau bisa dikatakan clear & clean.

Sedangkan dituturkan perwakilan Polda Jabar, AKP Agus, SH,MH bahwa sesuai tupoksi pihaknya sudah mengtahui persis kegiatan RHL. “kegiatan ini sangat mulia sekali diharapkan tidak ada masalah apa-apa. Kami sudah kontak SPP, sehingga di harapkan tidak ada gangguan terkait kegiatan RHL,” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Kejati Jabar Yudi Arta Tri Wardhana, SH, menurutnya, sesuai tupoksi, maka Kejati Jabar akan berkoordinasi dengan Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D).

Adapun terkait kunjungan ke lapangan, Yudi mengatakan juga akan didampingi Tim TP4D, untuk itu format kegiatan RHL di wilayah BPDAS Cimanuk-Citanduy harus disinkronkan dengan Tim TP4D.

Dalam kesempatan yang sama, Dr. Rachmat Herryanto, Ir. M.Si dari MKTI Jabar membeberkan, lingkup Tim Pembina RHL perlu ditambah berupa bintek RHL. Dirinya menilai pelatihan terkait RHL diperlukan sebab bilamana dalam suatu keadaan khusus di lapangan, seperti konflik sosial, konflik tanah atau pun bencana apakah tim ini juga masuk ke dalam tersebut.

Terkait Bintek, tim pembina dapat melakukan bintek secara teknis seperti Masyarakat Konservasi Tanah dan air Indonesia (MKTI). Antara lain, memberikan masukan kepada pelaksana terkait dari ilmu tanah. Apabila terjadi bencana tim pembina membntu melaporkan apabila terjadi hal-hal tersebut.

Menyikapi hasil rapat Tim Pembina RHL, Eman Suherman, S.Hut, MM, dari BPDAS Cimanuk-Citanduy mengatakan, terkait target yang dibina yaitu penyedia kegiatan RHL (perhutani). Untuk itu, Eman mengharapkan perlu kolaborasi tupoksi dan bersinergi dalam menjalankan kegiatan RHL antar semua Tim Pembina. Adapun untuk format pembinaan RHL akan dilaksankan pada hari Sabtu-Minggu (9-10 Nop 2019) di Sumedang. (adv)

Tinggalkan Balasan