
KAB. BANDUNG, LINTAS JABAR – Sebuah terobosan digital hasil kolaborasi antara mahasiswa Politeknik Negeri Bandung (POLBAN) dan Jamiyah Persatuan Islam (Persis) Banjaran Kabupaten Bandung secara resmi diluncurkan di Aula Kantor Bersama PC Persis Banjaran, Jumat, 4 Juli 2025.
Dua aplikasi inovatif karya enam mahasiswa POLBAN ini siap merevolusi sistem manajemen organisasi, mulai dari pengelolaan keanggotaan hingga aset wakaf.
Sementara Pimpinan Cabang (PC) Persis Banjaran Kabupaten Bandung menyambut hangat adanya kolaborasi antara POLBAN beserta Jamiyah Persis Banjaran yang berada di wilayah PC Persis Banjaran.
“Kami sangat terkesan dengan karya nyata mahasiswa POLBAN. Aplikasi ini bukan hanya solusi praktis bagi kami, tapi juga menjadi pionir bagi cabang Persis lainnya di Kabupaten Bandung. Kini, kami bisa memantau perkembangan anggota dan aset wakaf secara real-time!,” terang Ketua PC Persis Banjaran, H.D. Pandi seraya menyambut gembira inisiatif digitalisasi ini.
Dua Inovasi Digital untuk Satu Tujuan
Dua aplikasi inovatif yang diluncurkan merupakan karya enam mahasiswa POLBAN. Diantaranya aplikasi tersebut antara lain Aplikasi Manajemen Jamiyah dan Aplikasi Manajemen Wakaf.
Aplikasi Manajemen Jamiyah
Tim pertama yang terdiri dari Aqila Ghifari Wandana, Fikri Hairul Fahri, dan Taufik Muhamad Ramadhan dari Prodi D3 Teknik Informatika Jurusan Teknik Komputer dan Informatika menciptakan aplikasi dengan dilengkapi beberapa fitur.
Fitur-fitur tersebut adalah Sistem database anggota terintegrasi, Dashboard analitik perkembangan anggota, Pembayaran iuran digital dan Chatbot penjawab otomatis.
Pengembangan aplikasi ini dibimbing oleh Lukmannul Hakim, S.Kom., M.T dan Siti Dwi Setiarini, S.Si., M.T.
Aplikasi Manajemen Wakaf
Sedang tim kedua yakni Agista Diva Briliani, Reno Sebastian Nugraha, Syira Khoerunisa dari Prodi D3 Teknik Informatika juga menghadirkan solusi digital pada aplikasi ini.
Solusi diantaranya untuk:Pendataan legalitas wakaf berbasis cloud, Pemetaan digital aset wakaf, Pelacakan historis pengelolaan, Sistem notifikasi perawatan aset.
Pengembangan aplikasi ini dibimbing oleh Santi Sundari, S.Si, M.T. & Lukmannul Hakim F, S.Kom., M.T
Sokusi diantaranya untuk:
- Pendataan legalitas wakaf berbasis cloud,
- Pemetaan digital aset wakaf,
- Pelacakan historis pengelolaan,
- Sistem notifikasi perawatan aset

Demo Interaktif yang Memukau
Acara puncak berupa demo aplikasi langsung oleh para mahasiswa berlangsung interaktif.
Pada saat itu, Tim Manajemen Jamiyah menunjukkan proses pendaftaran anggota baru yang hanya membutuhkan kurang lebih 3 menit. Begitu pula Tim Wakaf memamerkan juga fitur pemetaan digital yang bisa menampilkan seluruh aset wakaf di Banjaran beserta status hukumnya.
Dari simulasi tersebut, para pengurus jamiyah bisa langsung mencoba dan memberikan masukan dan saran.
“Fitur chatbotnya sangat membantu. Sekarang pertanyaan dasar anggota bisa dijawab otomatis,” ujar Herdiana, salah satu pengurus yang hadir pada kesempatan itu.
Lebih dari Sekadar Tugas Akhir
Dosen pembimbing Lukmannul Hakim Firdaus, S.Kom., M.T. menjelaskan nilai lebih proyek ini adalah perpaduan sempurna antara penyelesaian Tugas Akhir dan pengabdian masyarakat.
“Mahasiswa belajar menyelesaikan masalah riil dengan teknologi. Sedang terkait aplikasi Digitalisasi wakaf ini akan menjadi bukti hukum digital yang kuat, sekaligus memudahkan pengelolaan aset untuk generasi mendatang,” beber Lukmannul Hakim Firdaus.
Tutup dengan Angka
Berdasarkan simulasi, aplikasi ini diprediksi mampu:
- Mengurangi 60% kesalahan administrasi.
- Memangkas 50% waktu pengelolaan data.
- Meningkatkan transparansi pengelolaan wakaf hingga 80%
Kolaborasi inspiratif ini membuktikan bahwa transformasi digital organisasi keagamaan bukan hanya mungkin, tapi sudah menjadi kebutuhan mendesak di era modern.
Pada kolaborasi ini, POLBAN dan Persis Banjaran telah mencontohkan bagaimana sinergi kampus-masyarakat bisa menciptakan solusi nyata. (Red)












