KAB. BANDUNG, LJ – Sebanyak 18 dari 20 anak mengikuti sunatan massal yang digelar Majelis Taklim Daarul Ilmi (MTDI) dan dilaksanakan di Mesjid Baiturrahim Jalan Sadu-Soreang Kabupaten Bandung, Minggu (25/8/2019).

Saat prosesi khitan yang berlangsung dari pukul 07.00 WIB tersebut cukup meriah dan tampak ramai dengan suasana khas umumnya anak yang akan disunat. Setiap anak punya ekspresi berbeda saat disunat, ada yang menangis, berontak dan ada pula yang tampak tenang dan senang.
“Sedianya peserta khitan yang terdaftar sebanyak 20 anak, dikarenakan ada 2 anak kondisinya tengah sakit maka atas saran dokter anak tersebut urung disunat. Namun demikian, bila kondisinya sudah membaik maka dimungkinkan tim dokter akan melaksanakan khitan di rumahnya,” papar Ketua Penyelenggara, Wawan Hermawan di sela acara Bakti Sosial dan Tabligh Am MTDI.
Menurutnya, agenda yang dikemas dengan mengusung tema Aksi Semut atau Aksi Sedekah Multi Manfaat kali ini merupakan kali yang ke 5 setelah MTDI melaksanakan hal yang sama di beberapa daerah lainnya.
“Agenda Aksi Semut ini adalah agenda rutin yang dilaksanakan MTDI, dan sekarang merupakan agenda Aksi Semut yang ke 5. Kita pilih lokasi di Sadu Soreang karena selain banyaknya aspirasi juga Mesjid Baiturrahim merupakan tempat dilaksanakannya pengajian rutin MTDI di tiap bulannya,” jelasnya.

Sedang diungkapkan Pembina MTDI, KH. Iman Atqiya digelarnya baksos, khitanan masal dan Tabligh Am merupakan media silaturahmi serta ajang syiar Agama Islam sehingga masyarakat bisa menilai bahwa nilai-nilai ajaran Islam bukan hanya kahartos (dimengerti) tetapi juga karaos (terasa).
Sambungnya, MTDI adalah lembaga yang digerakkan dan didominasi alumni Pesantren Persatuan Islam No 1 Bandung khususnya angkatan 1995, walaupun ada pula dari angkatan lainnya. Terlepas itu, ia menilai silaturahmi dan harmonisasi adalah hal penting dalam mewujudkan dakwah sehingga bisa terus berkesinambungan.
Selain sunatan masal, MTDI juga memberikan apresiasi dan sumbangan dana bagi para guru mengaji yang dipandang telah mengabdikan diri dan dedikasinya selama ini di Baiturrahim.
“Sebagai rasa peduli kepada para asatidz, kami pun mengapresiasi mereka yang telah mendedikasikan waktu dan pikirannya dalam mendidik dan membina para santrinya,” ujarnya saat memberikan bantuan secara simbolis kepada perwakilan DKM Masjid Baiturrahim.
Ia berharap, Aksi Semut atau Aksi Peduli Umat yang dilaksanakan MTDI dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi pihak lainnya untuk ikut serta atau melakukan aksi yang sama agar syiar islam semakin meluas dan merata.

Adapun Tabligh Am sendiri diisi Ust. Aam Amirudin sosok penceramah yang tak asing lagi di mata para jamaah dikarenakan selain merupakan pengasuh dan pembina yayasan Percikan Iman, sosoknya sangat familiar dan selalu hadir di layar kaca televisi.
Beliau seringkali mengisi berbagai kajian sebagai narasumber di sejumlah media cetak dan elektronik, pendidik, konsultan, jurnalis, penulis buku dan sebagai professional. Acara dakwah juga sering ia isi di sejumlah TV swasta seperti TV One, RCTI, SCTV selain pula acara Percikan Iman di Radio OZ 103,1 FM – Bandung setiap pagi jam 05.15-06.00 WIB.
Pada kesempatan itu, Pemateri Rutin Kajian Umum Ahad Pagi Majlis Percikan Iman (MPI) ini membahas mengenai hakikat manusia.
Tampak ratusan jamaah tampak antusias dan khidmat menyimak kajian dan pesan-pesan dakwah yang disampaikannya secara lugas dan tegas. (Ihsan)












