Neng July, MUA Cilik Ikuti Ajang Bergengsi ‘Pameran Pernikahan’

Suasana Pameran Pernikahan yang diselenggarakan di Pusdai Bandung

KAB. BANDUNG, LJ – Bagaimana tidak membanggakan, dengan usianya yang relatif masih belia sosok cantik yang bernama Juliannisa Nursaleha siswi Madrasah Tsanawiyah (Mts) Yamisa Soreang Kabupaten Bandung ini tak henti-hentinya berkarya, hingga debutnya di dunia rias pengantin dan kecantikan tak lagi disangsikan.

Neng July biasa ia disapa, seorang Make Up Artist (MUA) Cilik, bahkan dirinya ikut berpartisipasi di acara bergengsi di industri pernikahan yakni perhelatan acara merias model fashion show di Pameran Pernikahan yang diselenggarakan di Pusdai Bandung, kemarin.

Pada kesempatan itu, Neng July menjadi MUA untuk merias salah satu model fashion show nya Afkar Wedding Galery dengan gaya Pengantin Solo Modern.

Hal itu bagi gadis berusia 15 tahun ini, tentunya menjadi sebuah prestasi yang cukup luar biasa karena tidak semua orang yang berusia sepadan dengannya dapat berkesempatan dan tak sembarangan bisa mengikuti di ajang bergengsi ini.

“Bagi saya, ajang di Pusdai itu (Pameran Pernikahan) sebuah momentum, karena itu saya merasa terpanggil untuk dapat membuktikan keahlian dan skill terbaik saya,” ujar Neng July kepada lintasjabar.com, Sabtu 29 Januari 2022.

Jiwa seninya tampak begitu kuat, bahkan ia harus berkutat untuk mengatur waktunya diantara aktivitas sekolahnya.

Karena masa pandemi, dan proses pembelajaran di sekolah umumnya dilakukan secara daring, Neng July justru lebih banyak waktu luang. Seusai jam pelajaran sekolah berlangsung, ia mulai menyibukkan dirinya untuk mengasah kemampuan dan skillnya di dunia tata rias pengantin.

Namun ketika pandemi sudah dinilai berjalan landai dan aktivitas kembali normal, seiring pula ijin proses hajatan pernikahan diperbolehkan kembali, baginya malah sudah siap untuk terjun sebagai MUA.

“Saat sekolah masih daring, saya banyak memfokuskan diri mengatur jadwal dan waktu untuk belajar dan mengasah skill saya di bidang tata rias pengantin. Jadi saatnya sekarang bagi saya untuk mengimplementasikan ilmu dan kemampuan yang dimiliki,” tutur gadis berhijab ini seraya menyatakan kesiapannya terjun merias di masyarakat.

Bahkan sejauh ini, ia pun acap mendapat order merias pengantin. Waktu liburnya bagi dia adalah waktu yang sering dimanfaatkan untuk bekerja sebagai perias.

“Ya, benar. Kadang hari minggu disaat libur, saya harus berkecimpung bekerja sebagai penata rias pengantin. Tapi saya sangat enjoy menikmatinya,” ujarnya sumringah.

Diakuinya, profesi sebagai MUA merupakan pilihan hidup yang sangat diidamkannya. Selain kecintaannya terhadap seni tata rias, profesi tersebut bisa membuatnya menabung.

“Kadang, adapula pas saat weekday atau hari saatnya saya sekolah ternyata ada klien. Akhirnya saya pergi merias dulu di waktu pagi hari sebelum berangkat sekolah. Usai merias baru saya pergi ke sekolah,” akunya.