
KAB. GARUT, LINTAS JABAR – Anggota MPR RI Muhammad Hoerudin Amin, S.Ag., MH kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Leuwigoong Kabupaten Garut, Sabtu 6 Desember 2025.
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan sebagai media Sosdap MPR tersebut menyosialisasikan tentang Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) serta Bhineka Tunggal Ika.
Menurut Hoerudin yang merupakan anggota Komisi X DPR RI, Pancasila menjadi falsafah dan ideologi yang dapat meramu keragaman nilai menjadi satu kesatuan, sehingga menciptakan bangsa Indonesia yang kuat, bersatu, dan sejahtera.
“Spirit Pancasila dalam meramu keragaman nilai menjadi falsafah dan ideologi adalah upaya untuk menciptakan kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia yang beragam. Pancasila sebagai ideologi negara Republik Indonesia memiliki lima sila yang saling terkait dan melengkapi,” jelas politisi PAN.
Dipaparkannya kelima sila yang saling terkait dan melengkapi itu yaitu, Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, Kedua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, Ketiga; Persatuan Indonesia, Keempat; Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan serta Kelima; Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Dalam konteks keragaman nilai, Pancasila berperan sebagai penyatu.
“Pancasila menjadi simbol persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang beragam,” katanya.
Disamping penyatu, Pancasila juga berperan sebagai pemandu dan pengintegrasi.
“Pancasila memberikan arah dan pedoman bagi pembangunan nasional dan kehidupan bermasyarakat. Pancasila juga berperan mengintegrasikan berbagai nilai dan kepentingan yang beragam menjadi satu kesatuan,” beber legislator tiga periode asal Dapil Jabar XI ini.
Karenanya di dalam meramu keragaman nilai, ditambahkan Hoerudin, Pancasila menekankan pentingnya sikap toleransi dengan menghargai dan menghormati perbedaan agama, suku, ras, dan golongan.
Begitu juga menekankan pentingnya musyawarah. Musyawarah sebagai upaya mencari kesepakatan dan kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan.
“Pancasila pun menekankan pada asas keadilan. Dimana menjamin keadilan sosial dan kesetaraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya. (Den)












