Sosdap MPR RI, Legislator PAN Hoerudin Mengangkat Budaya Kebangsaan Nusantara

Anggota MPR RI Muhammad Hoerudin Amin, S.Ag., MH saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pameungpeuk Kabupaten Garut, Sabtu pagi 20 Desember 2025.

KAB. GARUT, LINTAS JABAR – Anggota MPR RI Muhammad Hoerudin Amin, S.Ag., MH kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Kegiatan sebagai media Sosialisasi Dapil (Sosdap) MPR RI tersebut berlangsung di Pameungpeuk Kabupaten Garut, Sabtu pagi 20 Desember 2025.

Dijelaskan Hoerudin sapaan akrabnya, Empat Pilar Kebangsaan Indonesia diantaranya adalah, pertama, Pancasila adalah ideologi negara Indonesia yang menjadi dasar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Kedua, adalah UUD (Undang-Undang Dasar) 1945 yang menjadi konstitusi negara Indonesia.

Serta ketiga yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia. Disebutkannya NKRI sebagai bentuk negara Indonesia yang merupakan kesatuan yang tidak dapat dibagi-bagi. Dan keempat adalah Bhinneka Tunggal Ika yakni semboyan nasional Indonesia yang berarti “Berbeda-beda tetapi tetap satu”, yang menekankan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Anggota Komisi X DPR RI itu pun menekankan Empat Pilar Kebangsaan dan Budaya Kebangsaan Nusantara merupakan fondasi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia, dan menjadi pedoman bagi pemerintah dan masyarakat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.

Menurutnya Budaya Kebangsaan Nusantara adalah warisan budaya yang kaya dan beragam dari berbagai etnis dan suku bangsa di Indonesia.

“Budaya ini antara lain mencakup tradisi dan adat istiadat, seni dan kesenian, bahasa dan sastra, agama dan kepercayaan serta nilai-nilai dan norma sosial,” terang legislator PAN dihadapan peserta.

Ditegaskannya, Budaya Kebangsaan Nusantara sangat penting dalam memperkuat Empat Pilar Kebangsaan. Pasalnya dapat meningkatkan kesadaran dan kecintaan masyarakat terhadap bangsa dan negara Indonesia. Disamping juga dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Budaya Kebangsaan Nusantara juga dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya demokrasi dan hukum dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pembangunan ekonomi dan sosial,” pungkasnya. (*den)