BANDUNG, LJ – Mahasiswa maupun pelajar diharapkan menjadi bibit-bibit pejuang selanjutnya yang menjadi agen perubahan atau Agent of Change di segala bidang dan menjadi Social Control yang akan terus menjunjung tinggi keterbukaan dan transparansi dalam melaksanakan pemerintahan agar lebih mensejahterakan rakyatnya dan meminimalisir tingkat penyelewengan di tingkat aparatur negara.

Mahasiswa, sebuah gelar baru yang hingga kini “dibanggakan” oleh sebagian besar masyarakat. Mahasiswa konon adalah para generasi harapan yang kelak mampu membawa perubahan bagi negara Indonesia untuk bisa bersaing dengan negara-negara di dunia.
Ditegaskan Anggota DPRD Jawa Barat Fraksi Gerindra Perrsatuan, H. Arif Hamid Rahman, SH sebutan itu hendaknya bisa menjadi cambuk bagi mahasiswa itu sendiri yang dipandang sebagai Agent of Change atau agen perubahan. Hal tersebut diungkapkan saat dirinya menggelar Reses I dihadapan sejumlah milenial yang tergabung dalam wadah Konfederasi Pelajar Mahasiswa (KPM) yang merupakan anak organisasi dari Organisasi Masyarakat (Ormas) Brigez Indonesia di Padepokan Panglipur Puseur Bumi Jalan Terusan Buahbatu Bandung, Senin 06 Desember 2021.
Menurutnya, mahasiswa dituntut mampu untuk mengontrol keadaan negara; bukan untuk sekedar mengkritik, tetapi juga memberikan kontribusi yang riil untuk perubahan yang lebih baik atau agent of social control.

“Sebagai kaum intelektual mahasiswa harus bersikap berani dan kritis, berani untuk mendobrak zaman ke arah kemajuan dan kritis terhadap kebijakan para pemegang roda pemerintahan. Selain itu mahasiswa berperan sebagai transportasi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka. Beban dan tanggung jawab menjadi mahasiswa sangatlah besar,” ungkap legislator dari Dapil I meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi ini.
Sedang pada kesempatan itu, Arif menerima serta menyerap berbagai aspirasi terkait dunia pendidikan selain juga terkait perkembangan sosial kemasyarakatan dari peserta yang didominasi mahasiswa ini. (AdiPar)












