Arif Hamid Rahman: Mahasiswa Dikenal Sebagai Kekuatan Penjaga Moral

  • Bagikan

BANDUNG, LJ – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, H. Arif Hamid Rahman, SH menegaskan dengan membangun kolaborasi akan menghasilkan silaturahmi yang berujung pada produktifitas dibanding menyuarakan kompetisi.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, H. Arif Hamid Rahman, SH

Menurutnya, dengan Kolaborasi akan timbul saling menghargai, saling mengapresiasi, saling mendukung, saling menciptakan atmosfir yang saling melengkapi tinimbang saling menjatuhkan.

“Semangatnya harus sama, yaitu memperbanyak kolaborasi, kurangi kompetisi karena itu mahasiswa sebagai generasi bangsa harus mampu melakukan gerakan itu. Sebab salah satu manfaat terbesar kolaborasi adalah kesempatan untuk mendapatkan banyak inspirasi dan belajar. Karena setiap interaksi yang dilakukan satu sama lain akan dapat dapat mengajari sesuatu yang berharga. Bahkan dengan kolaborasi dapat menginspirasi dan membantu kita berpikir dengan cara baru,” terang anggota legislator Fraksi Gerindra yang berasal dari Dapil Jabar I meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi ini saat diskusi ringan dengan para mahasiswa, Minggu 21 November 2021.

Menurutnya, mahasiswa juga dikenal sebagai kekuatan penjaga moral atau moral force. Maka ia berpesan agar moral yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa ini harus ditangkal. Ditegaskan, mahasiswa merupakan kekuatan untuk menjaga nilai-nilai baik dalam masyarakat. Dengan terjaganya moral masyarakat maka diharapkan kekuatan bangsa pun akan lebih kuat.

“Untuk itu, dengan kolaborasi banyak potensi yang akan tergali dan terakomodasi. Kekuatan potensi tersebut sejatinya akan terlihat manakala adanya kolaborasi yang mengedepankan prinsif saling melengkapi dan mengisi,” ucapnya.

Karenanya, sambungnya, penting kiranya memiliki prinsif dalam kehidupan dengan mengajak kolaborasi demi manfaat yang besar.

“Dengan Kolaborasi suasana akan lebih hidup dengan lebih mengedepankan babarayaan, lebih santuy dan bisa menghasilkan Ide dan gagasan tanpa arus tekanan,” pungkasnya.

  • Bagikan