Arif Hamid Rahman: Membangun Kota Bandung Perlu Kerja Kolaboratif & Komunal

  • Bagikan

[lintasjabar tkp] Bekerja untuk membangun Kota Bandung itu memerlukan kerja kolaboratif, kerja komunal, sebab banyak asfek yang harus digerakkan termasuk untuk menghidupkan dakwah di Kota Bandung agar sisi kehidupan religiusitas terus berkembang.

Demikian diungkapkan anggota DPRD Jawa Barat, H. Arif Hamid Rahman, SH usai acara Musyawarah Daerah (Musda) ke X Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Persis Kota Bandung, Minggu (14/2/2021).

Dikatakan anggota Komisi I yang besar dari kalangan keluarga Persatuan Islam atau Persis, agar setiap kader pemuda persis kota Bandung memiliki pemahaman yang sama, tentang sejarah dakwah perjuangan pemuda Persis di Kota Bandung. Karena itu, pentingnya melanjutkan perjuangan para pendahulu di Pemuda Persis.


“Musda ke-10 ini merupakan agenda besar sebagai media mengevaluasi dan menata program selanjutnya. Disamping juga meningkatkan roda organisasi ke arah lebih baik lagi bersama membangun role dakwah di Kota Bandung,” terangnya.

Menurutnya, pentingnya Pemuda Persis Kota Bandung dalam berdakwah menitik tekankan pada  dimensi waktu masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Sehingga, program yang dirancang dapat senantiasa sesuai dengan zaman namun tidak melupakan apa yang menjadi pondasi perjuangan masa lalu.

[xyz-ips snippet=”bacajuga”]

Legislator Fraksi Gerindra Dapil I meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi ini juga menyebutkan, Musda juga harus dilihat sebagai momentum regenerasi kepemimpinan. Dimana tanggungjawab organisasi diberikan tidak hanya kepada ketua namun juga seluruh kader anggota.

“Ini adalah agenda semua anggota, menghadirkan generasi kepemimpinan yang lebih baik dan bisa meneruskan atau melanjutkan dari kepemimpinan sebelumnya,” paparnya.

Ditambahkan Arif, pencapaian periode Pemuda Persis Kota Bandung yang sekarang luar biasa. Estafeta kepemimpinan selanjutnya harus berjuang lebih baik lagi seraya mengucapkan selamat menggelar Musda ke X bagi seluruh anggota serta kader Pemuda Persis Kota Bandung.

Dalam agenda tersebut, turut hadir 25 utusan cabang yang mewakili masing-masing pimpinan cabang dan berlangsung sangat khidmat dengan tetap disiplin memperhatikan aturan protokol kesehatan di masa Adaptasi Kebiasaan baru (AKB). (AdiPar/San)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan