Arif Hamid Rahman Tinjau Vaksinasi di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia

  • Bagikan
Anggota Komisi I DPRD Jabar H. Arif Hamid Rahman terima penghargaan dari Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UKRI Suhaeri saat gelar vaksinasi covid-19

BANDUNG, LJ – Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) menggelar vaksinasi Covid-19 bagi seluruh civitas akademika dan masyarakat umum. Vaksinasi digelar selama dua hari pada 8-9 September 2021 di lingkungan kampus UKRI, Jalan Terusan Halimun, Kota Bandung. Pihak kampus sendiri menargetkan pemberian 1.500 dosis vaksin dalam dua hari. Dalam pelaksanaannya, jumlah dosis vaksin yang berhasil diberikan dalam dua hari mencapai hampir 900 dosis.

Hal tersebut sejalan dengan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat yang tengah menggelar vaksinasi massal bertajuk Gebyar Vaksinasi Jabar Juara dalam rangka menuju 37 juta warga Jabar tervaksin hingga Desember 2021. Gebyar Vaksinasi Jabar dilaksanakan serentak di 2.326 titik di 27 kabupaten/kota dengan target 512.765 dosis vaksin disuntikkan kepada masyarakat.

Bahkan sebelumnya, Presiden Joko Widodo yang menyaksikan secara virtual gebyar vaksinasi mengapresiasi upaya cepat Pemda Provinsi Jawa Barat dengan berkolaborasi. Jawa Barat salah satu provinsi penting dalam penanganan pandemi Covid-19 nasional.

Mengingat Jawa Barat sebagai penyangga Ibu Kota Negara dan rentan karena mobilitas tinggi. Apalagi ada beberapa kab/kota di PPKM Level 4 bahkan satu di antaranya yakni Kabupaten Cianjur risiko tinggi atau zona merah.

Menurut Presiden, vaksinasi harus dipercepat karena bangsa ini berpacu dengan waktu di mana penyebaran dan mutasi virus Covid-19 semakin beragam. Maka untuk mempercepat vaksinasi diperlukan peran semua pihak agar kekebalan komunal dapat segera terbentuk dan aktivitas masyarakat kembali normal dengan cara yang baru.

Sementara itu, dengan jumlah penduduk hampir 50 juta, Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil memasang target 500.000 vaksinasi per hari, di atas provinsi lain yang masih 200.000 dosis per hari.

“Kalau betul bisa kita kejar hari ini kita pecah rekor. Saya meminta semua pihak bersama-sama menyukseskan program vaksinasi. Demi pembentukan kekebalan komunal, minimal Jabar harus memvaksin 37 juta orang. Untuk itu butuh 15 juta dosis vaksin per bulan,” dalam kesempatan gebyar vaksinasi di Jabar.

Dalam gelaran vaksinasi Covid-19 di UKRI itu, tampak hadir dan ikut meninjau anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, H. Arif Hamid Rahman, SH. Menurut Arif, vaksinasi di lingkungan kampus dan sekolah perlu didukung untuk mempercepat realisasi target vaksinasi di Jawa Barat.

“Kita di Jabar menargetkan vaksinasi Covid-19 untuk 36 juta jiwa. Disini kami telah siapkan 1.500 dosis vaksin untuk masyarakat. Kami di legislatif sangat mendukung vaksinasi massal yang digelar universitas di Jabar terlebih yang dilaksanakan oleh UKRI,” terangnya Kamis 9 Oktober 2021.

Menurutnya, semua produk vaksin Covid-19 yang digunakan di Jawa Barat telah teruji keamanan dan efikasinya dalam membentuk antibodi. Maka dari itu, warga diimbau agar tidak pilih-pilih vaksin agar tidak menghambat laju capaian vaksinasi.

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UKRI Suhaeri yang didampingi Sekretaris Universitas Gita Eka Sila menegaskan gelaran vaksinasi tersebut diinisiasi sebagai salah satu bentuk penerapan tri dharma perguruan tinggi. Saat ini, percepatan pemberian vaksin Covid-19 untuk masyarakat tengah menjadi fokus berbagai pihak untuk mempercepat terwujudnya herd immunity.

“Ada beberapa yang tidak bisa mendapatkan vaksin karena riwayat kesehatan ataupun kondisi kesehatan di kala itu seperti darah tinggi. Secara umum vaksinasi berjalan lancar tanpa kendala berarti,” ungkapnya.

Dia mengatakan, di perguruan tinggi itu ada tri dharma yang meliputi pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Hal tersebut harus dijalankan oleh universitas. Dalam pelaksanaannya, dia mengatakan, pihak kampus bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Kota Bandung, juga didukung oleh DPRD Provinsi Jawa Barat. Kampus mengajukan dosis vaksin yang kemudian difasilitasi bersama puskesmas setempat. (AdiPAr)

  • Bagikan