Bedah Rumah, Perbaikan Kirmir Serta Pembukaan Pos PAUD Kasih Ibu Sadang Serang

  • Bagikan

BANDUNG (LJ),- Tiba sekitar pukul 10.00 WIB di RW 15 Pasirkaliki Barat, Kelurahan Sadang Serang Kecamatan Coblong, Senin (03/06/2013), Wakil Walikota Bandung, Ayi Vivananda dan Ketua Tim Penggerak PKK, Nani Suryani Rosada meresmikan bedah rumah tidak layak huni milik keluarga bapak Aban (70tahun).

Bedah rumah tersebut merupakan keperdulian warga terhadap masyarakat tidak mampu, berdiri diatas tanah seluas 4 tumbak yang merupakan tanah hibah dari ketua RW 05 Syaiful Bachri kepada aban yang telah lanjut usia, “Bapak Aban ini sebelumnya tidak mempunyai tempat yang jauh dari layak untuk tinggal terbuat dari batako dibangunnya sekitar tahun 60an, atas swadaya masyarakat yang perduli juga berkat bantuan PNPM 2013 juga P2KB, saya hibahkan tanah saya kepada bapak Aban,” ujar ketua RW sejak tahun 70an tersebut.

Diterangkan lurah Sadang Serang, E. Koswara, “Jumlah penduduk Kelurahan Sadang Serang sekitar 24.697 diantaranya 1.075 termasuk warga masyarakat miskin namun sekarang berkurang menjadi 875 orang, bantulah warga masyarakat miskin seperti yang dilakukan ketua RW dan ini patut dicontoh oleh warga lainnya,” terangnya.

Ayi mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah bergotong royong membantu pembangunan mengentaskan kemiskinan, “Saya ucapkan terima kasih dan penghormatan setinggi tingginya kepada ketua RW yang telah menghibahkan tanahnya dengan tulus menginfakan hartanya menyisihkan waktu dan tenaganya membantu masyarakat miskin, meskipun tidak digaji sama seperti guru paud, guru ngaji, PKK, petugas posyandu, linmas, RT dan RW mempunyai jiwa besar dan keikhlasan yang luar biasa dan bekerja 24 jam mengabdikan dirinya pada masyarakat,”

Dikatakan lebih lanjut, RT dan RW unit pelayanan terdepan bagi warga masyarakat merupakan ujung tombak pemerintah, “Jangan lupa yang berjasa menjadikan Kota Bandung aman tentram dan nyaman itu bukan hanya Walikota, Wakil Walikota, Kapolsek, Danramil, Camat, atau Lurah saja, namun RW, RT, tokoh masyarakat dan agama,”

Kondusifitas merupakan kata kunci mengapa Kota Bandung sampai saat ini banyak dikunjungi oleh wisatawan, APBD Kota Bandung sekitar tahun 2008 sekitar 2,2 trilyun, sekarang mencapai 4,4trilyun, dan kedepan Ayi mengatakan bisa mencapai 5trilyun,  “Modal dasar dalam pembangunan ini  suasana yang aman dan nyaman secara kondusif, modal ini bukan hanya diciptakan oleh Pemerintah, TNI dan POLRI saja namun oleh para tokoh masyarakat termasuk RT dan RW,”

Kedepan Ayi berkeinginan untuk menaikan insentif  setidaknya dua kali lipat bagi RT dan RW, selama ini hanya menerima Rp. 1.200.000 untuk RT dan RW sebesar Rp. 1.500.000, “Wajar diberikan penambahan insentif, Linmas selama ini hanya 175ribu per tahun dan santunan 2juta jika meninggal, juga untuk PKK, pertugas posyandu dan guru pendidikan usia dini (PAUD) yang memiliki rasa cinta untuk masa depan bangsa dengan mendidik, merawat, memelihara, menjaga anak-anak kita yang usia emas dari 0 sampai 10 tahun yang akan menjadi masa depan bangsa 30 tahun yang akan datang, melahirkan generasi yang cerdas dan mempunyai moralitas yang baik ,” paparnya.

Selain meninjau hasil pembangunan, Ayi juga meresmikan Kantor RW 15 yang asalnya dari pos linmas, RW Net, Kirmir & Pembukaan Pos PAUD Kasih Ibu. (Sifa)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan