Dada Rosada: Masjid Punya Kekuatan Besar Dorong Pertumbuhan Sosial Ekonomi

  • Bagikan

BANDUNG (Lintasjabar.com),- Masjid harus dipahami bukan sekedar tempat  ibadah ritual. Masjid juga  harus dipahami sebagai tempat pusat ibadah sosial dalam peningkatan kesejahteraan umat, baik secara lahiriah maupun batiniah. Tidak sedikit orang, memandang masjid hanya sebagai tempat shalat, pengajian serta kegiatan lain terutama dalam kapasitasnya merealisasikan ajaran Islam. Padahal dibalik semua itu, masjid bisa menjadi kekuatan sosial ekonomi dan budaya dalam memerangi kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan.

Banyak bukti tidak sedikit masjid di Kota Bandung, mampu berperan sebagai pemberdayaan jamaahnya di berbagai aspek kehidupan yang berkontribusi terhadap peningkatan harkat martabat umat, ungkap Wali Kota Bandung, H. Dada Rosada dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, H. Oji Mahroji, membuka pelatihan manajemen tata kelola masjid, di Masjid Ar Risalah PD Persis Kota Bandung, Jalan Astanaanyar.

Untuk mengoptimalkan potensi, kata Dada, pengurus masjid harus memiliki ilmu dan ditingkatkan pengetahuannya bagaimana memanaje masjid dengan baik. Manajemen masjid tidak jauh berbeda dengan manajemen bidang lain yang subtansinya merencanakan, mengorganisasikan, menggerakan dan mengendalikan sumber-sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan. Pelatihan manajemen masjid sangat penting, terutama untuk menggali dan mengembangkan potensi masjid beserta komunitas umatnya menuju kemaslahatan yang lebih luas.

Dada mengharapkan, masjid-masjid di Kota Bandung bisa berperan sebagai institusi yang dapat melakukan aktivitasnya secara tertib, teratur dan terukur. Masjid bisa secara optimal berperan sebagai pusat ibadah ritual sekaligus pusat ibadah sosial. Jika peran ini bisa diwujudkan, masjid-masjid di Kota Bandung bisa menjelma menjadi kekuatan besar yang mendorong pertumbuhan sosial ekonomi kotanya. Saya akan terus meningkatkan nilai insentif melalui bantuan keagamaan khususnya peningkatan fungsi sosial ekonomi masjid, baik dalam bentuk pengembangan koperasi syariah, pembinaan UMKM, pendidikan dan kegiatan sosial lainnya.

Kepala Kementerian Agama Kota Bandung. H. Diding menyatakan, pelatihan manajemen masjid  kini telah menjadi bagian dari kebijakan instusinya karena sudah ada Surat Keputusan (SK) Kemenag ayang dilaksanakan melalui Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). PD Persis Kota Bandung telah memulainya lebih dulu. Ini akan kita kembangkan kesemua masjid di Kota Bandung, ujarnya.

Melindungi dan mensejahterakan umat khususnya jamaah masjid, adalah juga tanggung jawab pengurus masjid dan DKM nya, karena masjid tempat bernaung umat. Mewujudkannya, masjid perlu dimenaje baik dan diperjuangkan bersama. Ini  menguatkan organisasi Islam dalam penanganan persoalan sosial ekonomi umat, imbuh Diding yang prihatin, masih menyaksikan tidak sedikit umat muslim diakhir menjelang hayat, dirawat dan dibantu fasilitas pelayanan kesehatan non muslim. Kondisi yang dikhawatirkan, adanya pembelokan keimanan menjelang ajal.

Ketua PD Persis Kota Bandung, H. Anwarudin menuturkan, pelatihan diharapkan akan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan  anggotanya, khsusnya para pengurus ditingkat cabang (PC) dan DKM dalam tata kelola masjid, memahami status kedudukan dan teknis manajemen organisasi. Tertib adminstrasi dan kesekretariatan termasuk yang akan kita benahi, juga kelengkapan organisasi. Alhamdulillah, dari lebih kurang seratus masjid Persis di Kota Bandung, hadir mengikuti pelatihan ada 150 orang peserta, tuturnya. (Herdi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan