Dada Rosada Optimis SUS Gedebage Bisa Selesai Oktober 2012

  • Bagikan
BANDUNG (Lintasjabar.com),- Pekerjaan urugan tanah area pembangunan stadion utama sepakbola (SUS) Gedebage, meski ada keterlambatan dari segi  waktu, secara teknis dipastikan memenuhi standar minimal yang disyaratkan. Sebagai acuan dari study kelayakan rencana pekerjaan tanah, pasca konsolidasi tanah mencapai 90 %  dan mengalami penurunan elevasi tanah urugan sebesar 1,7 meter, layak untuk dilakukan pemancangan.
“Penelitian akhir tenaga akhli kami, proses konsolidasi tanah sudah tercapai dan penurunan elevasi tanah tertinggi sudah mencapai 1,6 M,” kata Asep Imam Saputera dari PT Adhi Karya kepada Wali Kota Bandung, Dada Rosada, melaporkan progres pelaksanaan pembangunan SUS Gedebage di lokasi proyek, di  Rancanumpang Gedebage Bandung, Rabu (06/07).
Kegiatan yang juga disaksikan jajaran forum koordinasi pimpinan daerah (FKPD) Kota Bandung, Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda, pimpinan DPRD dan masyarakat, ditandai pemasangan tiang pancang sebagai konstruksi pondasi  yang ditargetkan selesai akhir Agustus 2011. Tiang pancang ini direncanakan dipasang   9.000 batang  pada 3.181 titik didukung 10 unit alat pancang dengan 6 unit crane service atau 60 titik pancang setiap harinya.
Asep menyebutkan,  kontribusi keterlambatan signifikan terhadap prestasi kerja  disebabkan  keterlambatan hampir 10 bulan dibukanya  akses sementara jalan masuk dari jalan tol di KM 151 terkait izin operasional dari Kementerian PU.  Sedangkan  faktor non teknis lebih disebabkan ekstrimnya curah hujan selama 2010 yang hampir 2-3 kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya serta  penghentian  sementara penggunaan jalan tol selama arus mudik lebaran, keberatan warga sekitar lokasi atas pekerjaan over time atau kerja di malam hari untuk mengganti kehilangan waktu.
Untuk mendukung kelancaran proyek, PT Adhikarya berkoordinasi dengan lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM), RW dan warga sekitar terkait sosialisasi rencana proyek dan alat yang dighunakan.
Sementara Wali Kota Bandung, Dada Rosada optimis SUS Gedebage dambaan masyarakat Bandung dan Jawa Barat sudah selesai meski harus mulur hingga Oktober 2012 dari rencana akhir Desember 2011.  Penyebabnya persoalan pendanaan yang tidak sesuai harapan, semula dikerjasamakan dengan Prov Jabar  dengan MoU pendanaan 60 Provinsi dan 40 Pemkot. Karena  ada perubahan pertimbangan dari Pemprop Jabar, bantuannya hanya bantuan keuangan yang jumlahnya tidak ditetapkan.
Untuk menyelesaikan hingga SUS Gedebage selesai di Oktober 2012, kata Dada, Kota Bandung membutuhkan dana tinggal Rp 282 milyar lagi. Harapannya bantuan keuangan  Pemprov tahun ini bisa lebih besar lagi minimal Rp 100 milyar, tidak Rp 25 milyar  yang diterima Kota Bandung . Menurutnya , kalau bantuan Pemprov bisa  60 % dari RP 282 milyar yang dibutuhkan atau sebesar Rp 169,2 milyar, ditambah Rp 112,8 milyar dari Kota Bandung, Pemkot tidak harus pinjam. “Kalau Jawa Barat tidak ngasih, kita harus pinjam,” ujarnya terkait adanya peluang pinjaman keuangan dari pihak ketiga (Bank BJB).
Pelaksanaan pekerjaan sampai akhir 2011, Pemkot Bandung dan PT Adhikarya mentargetkan progres sebesar 61,854 % dengan pekerjaan dominan di tiang pancang, pilecap dan sloop serta pekerjaan struktur atas.  Sementara terkait realisasi progres pekerjaan hingga 3 Juli 2011 yang mencapai 24,10 % dari rencana progres 23,93 atau terdapat deviasi progres diatas rencana sebesar 0,17 %, Dada menyatakan rasa syukurnya sekaligus apresiatif terhadap kinerja pelaksana dan semua pihak terkait.  Karena SUS Gedebage tandasnya merupakan salah satu solusi  untuk meningkatkan prestasi  dibidang olah raga.
“Hanya saja setelah adanya pembangunan  SUS Gedebage, jangan sampai timbul dampak negatif, seperti persoalan banjir dikemudian hari, “ ujarnya mengingatkan. (Herdi)
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan