DPRD Jabar Minta Setiap Daerah Memiliki TPAS

BANDUNG LJ – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Irianto MS Syafiuddin menyatakan setiap kabupaten/kota harus memiliki tempat/area pembuangan akhir sampah(TPAS).

Area tersebut sedikitnya harus memiliki luas 20 hektare dan jauh dari permukiman. Dengan begitu setiap daerah mampu menyelesaikan persoalan sampahnya sendiri-sendiri.

“Kasihan jika satu kabupaten menenggung beban sampah dari berbagai daerah. Oleh sebab itu harus ada inisiatif. Mau tidak mau pasti ledakan sampah akan membesar, tak bisa dihindari,” tutur Irianto, Senin (27/10).

Disinggung soal TPA Sarimukti, pria yang akrab disapa Yance menilai, masing-masing daerah harus duduk bersama untuk membahasnya. Dia meminta Pemprov Jabar menjadi fasilitator untuk menengahinya.”Pemprov yang menengahi, masing-masing pihak juga harus menghargai,” kata dia.

Sementara itu, Pemprov siap memfasilitasi pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, dan Kota Cimahi terkait persoalan TPA Sarimukti. Pertemuan tersebut diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan terkait dana kompensasi pembuangan sampah.

Kepala Dinas Pemukiman dan Perumahan Jabar Bambang Irianto mengatakan, pihaknya berharap, ketiga daerah tersebut menemukan titik temu dalam menuntaskan persoalan sampah. Terlebih, kata dia, persoalan ini sudah terjadi beberapa kali.”Kita akan memfasilitasi pertemuan, bagaimana pengaturan ke depan,” kata Bambang.

Menurut Bambang, berdasarkan perjanjian di awal, setiap ton sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti dikenai tarif Rp 4.500. Selanjutnya, hasil pungutan tersebut akan didistribusikan kembali ke masyarakat yang tinggal di desa-desa sekitar TPA Sarimukti. (Ihsan)

Tinggalkan Balasan