Gelar Sosdap MPR RI, Politisi Demokrat Fathi Tekankan Upaya Menangkal Hoaks

Anggota MPR RI, H. Fathi berpoto bersama usai menggelar Sosdap MPR RI di Rumah Aspirasi H. Fathi Jl. Karawitan No. 97 Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Minggu, 3 Agustus 2025. (Poto: ist)

BANDUNG, LINTAS JABAR – Di era informasi yang serba cepat dan terbuka seperti sekarang ini, MPR RI menghadapi tantangan besar dalam menangkal hoaks dan narasi negatif terkait Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Untuk menghadapinya, MPR melakukan beberapa langkah strategis. MPR menghadapi hoaks atau narasi negatif soal 4 Pilar dengan cara melawan informasi palsu melalui edukasi yang sederhana dan mudah dipahami.

Hal tersebut diungkapkan anggota MPR RI, H. Fathi dihadapan tim pendukung saat menggelar kegiatan Sosialisasi Dapil (Sosdap) MPR RI, di Rumah Aspirasi H. Fathi Jalan Karawitan No. 97 Kelurahan Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Minggu, 3 Agustus 2025.

Menurutnya, sosialisasi dilakukan lewat media sosial, radio, maupun tatap muka langsung, sambil melibatkan tokoh agama, adat, dan guru agar lebih dipercaya masyarakat.

“MPR juga cepat memberi klarifikasi resmi dan mendorong literasi digital supaya masyarakat lebih kritis serta tidak mudah terpengaruh kabar bohong,” terang politisi Partai Demokrat ini.

Dikatakan Fathi yang merupakan anggota Komisi XI DPR RI ini bahwa kegiatan sosialisasi Dapil MPR RI merupakan program yang dilaksanakan secara berkesinambungan oleh Anggota MPR RI di seluruh wilayah Indonesia.

“Program ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai kebangsaan yang menjadi landasan bagi kehidupan bernegara,” jelasnya.

Empat Pilar yang dimaksud, sambungnya, adalah Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

“Melalui keempat pilar inilah bangsa Indonesia mampu mengenali siapa dirinya ditengah arus globalisasi yang mempertemukan semua kebudayaan, ide-ide, dan tatanan lain secara frontal,” ungkap Fathi yang berasal dari Dapil Jabar I meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi periode 2024-2029.

Ditegaskannya, Empat Pilar Kebangsaan ini yang seharusnya ditransfer kepada generasi muda di perguruan tinggi sebagai salah satu agent of change, secara cerdas dan jauh dari prinsip indoktrinisasi.

“Empat pilar kebangsaan inilah yang harus ditanamkan sebagai salah satu aspek penting menjaga kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkasnya. (San)