Gubernur: Ramadhan Upaya Meningkatkan Ketakwaan Diri dan Keshalehan Sosial

  • Bagikan

BANDUNG (lintasjabar.com),- Pada malam ke- 2 Ramadhan 1431 Hijriyah, Rabu (11/8), Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan melaksanakan Tarawih Keliling (Tarling) di Masjid Al-Khoer, lokasinya di belakang Kediaman Resminya Gedung Negara Pakuan. Kegiatan ini menandai pelaksanaan Tarling Gubernur Jawa Barat yang di awali dengan pelaksanaannya di Masjid belakang Pakuan.

“Ramadhan yang mulia merupakan momentum untuk mempererat  tali silaturrahim, menebar kebaikan dan instropeksi diri,” ujar Heryawan pada kesempatan tarling.

Sebelumnya, pada malam pertama Ramadhan, Selasa (10/8) Gubernur menggelar Tarawih di Gedung Negara Pakuan bersama jajaran Forum Pimpinan Daerah, pimpinan Organisasi Pimpinan Daerah (OPD) Pemprov Jabar dan ratusan warga warga lingkungan Gedung Pakuan di RW 01, Kelurahan Babakan Ciamis Kecamatan Sumur Bandung Kota Bandung.

Pada kesempatan itu, Heryawan menyampaikan “taushiyah” menandai dimulainya kegiatan Tarawih. Kegiatan ini rutin dilaksanakan hingga akhir Ramadhan.

Dihadapan jamaah yang hadir pada Tarawih perdana, di Masjid Ar-Rosyid Pakuan, Heryawan mengimbau agar  momentum Ramadhan dapat digunakan sebaik mungkin meningkatkan ketakwaan diri dan keshalehan sosial.

“Hadirnya Tamu Agung, Ramadhan yang suci kita sambut dengan suka cita, dan permohonan maaf lahir batin” ujarnya. Hadir dalam Shalat Tarawih tersebut Wakil Gubernur Dede Yusuf, Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanegara, Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Pramono Edhie Wibowo, Kapolda Jabar Irjen Sutarman dan kepala Pengadilan Tinggi Jabar Suwardi.

Heryawan menambahkan ibadah puasa bagi orang beriman bertujuan mencapai derajat takwa. Takwa itu menurutnya dipenuhinya jiwa dengan rasa cinta yang mendalam kepada Allah SWT sehingga mampu menghadirkan hubungan yang kuat antara Al-Khalik dengan makhluknya. Selain itu dengan jiwa yang takwa, mendorong meningkatnya kualitas sumberdaya manusia.

“Hadirnya rasa takut akan azab Allah SWT yang sangat pedih dengan cara menghindari maksiat. Kemudian  dipenuhinya jiwa dengan harapan menggapai rahmat Allah itu tanda-tanda ketakwaan,” jelasnya. (Dudi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan