Guru Ngaji dan Santri Dapat Bantuan Rp 60 Juta Dari BAZ Lembang

  • Bagikan

BANDUNG (Lintasjabar.com),- Pergantian tahun baru 1 Muharam 1432 hijriyah, mesti menjadi pijakan bagi umat Islam untuk memetakan masalah dan kelemahan yg selama ini dihadapi, kemudian merumuskan dan mencari jalan pemecahannya. Hal ini dipandang sangat penting, sebab momentum tahun baru hijriayh adalah cerminan tekad umat Islam dalam melakukan perubahan demi menggapai kemajuan.

“Dengan melakukan dzikir bersama, kita ciptakan tujuan yang sama bersimpuh dihadapan Tuhan Yang Maha esa, mengakui dengan jujur dalam nurani kita masing-masing, bahwa dalam kehidupan kita ini masih jauh dari kesempurnaan, masih banyak pelanggaran-pelanggaran yang membutuhkan ampunanNya.

Dengan berdzikir bersama pula, kita berupaya, khususnya wilayah Kab Bandung Barat dan umumnya masyarakat dan bangsa Indonesia, agar dijauhkan dari segala musibah dan bencana yang selama ini nampak terlihat di depan mata kita,” terang Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lembang, Drs. Endang Suhinda, yang didampingi Humas, H. Cecep Koswara kepada wartawan pada acara Lembang Berdzikir, Selasa (7/12).

Acara yang digagas oleh KUA dan MUI Kec Lembang bekerjasama dengan seluruh Ormas Islam, yang melibatkan seluruh PNS dan masayarakat di Alun-alun Kec. Lembang, Bupati Kab Bandung Barat, Drs. H. Abubakar, M.Si tersebut, lanjutnya, menghikmati pergantian tahun hijriyah, umat Islam pantas memperoleh kemajuan yang sangat besar dan signifikan sebab memiliki modal besar berupa al Qur’an dan sunah. Keduanya mengandung nilai kebenaran dan mendorong kemajuan, baik di bidang pendidikan, ekonomi, maupun ilmu pengetahuan.

Seusai acara Lembang Berdzikir, BAZ Kec Lembang, menyerahkan bantuan senilai Rp 60 juta bagi guru ngaji dan santri yang kurang mampu di 16 Desa se Kec lembang.

Dikatakan Bendahara BAZ Kec Lembang, Dra. Hj. Rosnida, bantuan dana yang bersumber dari dana sabilillah bagi setiap guru ngaji dan santri yang kurang mampu, masing-masing mendapat bantuan 200 ribu rupiah. Perinciannya, setiap desa tujuh orang guru ngaji dan lima orang santri.

Sementara itu, Ketua BAZ Kec Lembang, Dra. KH. Tatang Haidar, berjanji bantuan dari BAZ Lembang, akan digelontorkan setiap tahun. Hal ini diniliainya karena dirinya merasa iba dengan kondisi para guru ngaji yang berada di daerahnya. “sudah mah ilmunya dimangpaatkan oleh kita, tapi kehidupannya kurang mendapat perhatian yang layak,” terangnya. (CK)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan