Haerudin: Persiapkan Kader Sebagai Calon Pemimpin Negara

  • Bagikan

BANDUNG, LJ – Ditegaskan anggota DPR RI, Haerudin Amin, organisasi Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) harus dijadikan sekolah atau lahan belajar bagi para kadernya.

Untuk itu Haerudin yang juga pernah dibesarkan sebagai kader GPII di Jawa Barat mengharapkan siapa pun pemimpin organisasi GPII ke depan agar terus menerus melakukan kaderisasi walaupun secara kuantitas hanya sedikit. Sebab ia menilai hal itu bagian dalam membangun kesadaran dan juga salah satu upaya mempersiapkan kader-kader bangsa.

“Kepada kader GPII sudah saatnya untuk mempersiapkan diri dari sekarang, agar bila saatnya tiba untuk memimpin negeri kita sudah siap,” tegas legislator dari Fraksi PAN dalam sambutannya pada Musyawarah Wilayah X Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) di Hotel Baltika Bandung, Jumat (30/3).

Menurutnya kepemimpinan dalam berorganisasi bila melebihi dari 3 periode masa bakti adalah bentuk tertutupnya ruang belajar bagi para kader. Karenanya ia berpandangan organisasi harus terus menerus untuk membangun dan menciptakan kadernya agar siap bila kelak harus terjun dan berkecimpung dalam memimpin negara.

Pada kesempatan itu juga dirinya berjanji akan membantu studi perguruan tinggi bagi kader GPII yang hafidz atau hapal Al Quran lebih dari 5 Juz.

Sementara itu, dipaparkan Ketua GPII Jawa Barat, Hendi Rustandi GPII sebagai organisasi terlahir dari ideologi serta kesadaran kepemudaan, ke-Indonesiaan serta ke Islaman.

“Dari kesadaran itu melahirkan organisasi yang siap merajut kebhinekaan dalam bernegara yang majemuk. Bukan hanya itu, dari kesadaran nilai-nilai tersebut, GPII siap mengambil peran dan kontribusi sehingga bisa melahirkan calon-calon pemimpin masa depan,” terangnya.

Kesadaran ke-Indonesiaan yang diungkapkannya merupakan kesadaran dari warga negara yang harus secara sadar melihat kondisi negara. Oleh karena itu secara organisasi GPII sudah memberikan peran dan warna positif dalam menciptakan iklim kondusif.

“Sesuai adagium yang dimiliki, takdir kami memimpin negara maka kami sadar pemuda adalah pewaris bangsa negara. Kesadaran tersebut membutuhkan kesadaran nilai-nilai islam yang diutamakan,” ujarnya.

Adapun menyikapi Pemilihan Gubernur di Jabar, dikatakan Hendi, GPII secara tegas tidak membenarkan tentang adanya intoleransi karena kesadaran ideologis ke-Indonesiaan tidak menanamkan itu.

Namun demikian, dirinya berharap calon pemimpin Jawa Barat ingin terlahir dari rahim umat islam. Keberpihakan GPII atas sosok calon pemimpin tersebut atas dasar kesadaran ideologi yang selama ini terbangun.

“Kami menginginkan calin pemimpin yang lahir dari rahim umat islam karenanya sosok tersebut akan memiliki kesadaran pada keumatan dan keislaman,” paparnya.

Bukan hanya itu, guna menjaga spirit dan ruh organisasi GPII dirinya berharap calon pemimpin GPII Jabar ke depan harus terus mengawal hingga eksistensi organisasi dapat mengakar di tiap wilayah dan kadernya.

Acara yang dirangkai dengan dialog kebangsaan dengan tema “peran pemuda dalam merajut kebhinekaan” yang diisi Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan tampak dihadiri Gubernur Jabar yang diwakili Kesbangpol, ICMI Jabar, KNPI Jabar disamping pula hadir para tokoh dan senior juga kader GPII se Jabar. Disamping juga Brigade GPII yang mengawal dan mengamankan muswil tersebut. (San)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan