
BANDUNG, LINTAS JABAR – Rapat paripurna istimewa DPRD Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di Paseban Pancarasa, halaman Gedung Sate, Bandung pada malam hari sekira pukul 19.30 WIB sudah tampak dipadati pimpinan serta anggota DPRD Jawa Barat maupun tamu undangan.
Rapat paripurna istimewa dalam momentum Hari Jadi ke-81 Jawa Barat tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi perayaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi pembangunan dan memperkuat komitmen menyelesaikan berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Baray Dedi Mulyadi mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga Jawa Barat.
“Jawa Barat milik kita semua. Mari kita rawat dan jaga untuk kepentingan seluruh warga,” ujarnya, Rabu 19 Agustus 2026.
Gubernur Jawa Barat yang akrab disapa KDM mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di usia ke-81 tahun provinsi tersebut. Mulai dari keterbatasan lapangan kerja, kerusakan infrastruktur, sekolah yang belum memadai, persoalan layanan kesehatan, hingga kerusakan lingkungan.
KDM mengatakan, masih banyak kebutuhan masyarakat yang belum dapat dipenuhi secara sempurna selama masa kepemimpinannya.
Sedang, Ketua DPRD Jawa Barat, Buky Wibawa, mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperkuat birokrasi yang lebih adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Buky Wibawa juga menegaskan, pentingnya tata kelola pemerintahan yang mengedepankan prinsip good and clean governance agar dampak pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
“Di usia Jawa Barat yang ke-81 ini, kita ingin birokrasi semakin bersih, terbuka, dan adaptif. Sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” terangnya.
Buky Wibawa menambahkan, penguatan birokrasi harus memfasilitasi pelayanan publik yang mudah diakses, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian integral dari pencapaian visi pembangunan Jawa Barat 2025 2029, yaitu Jabar Istimewa, Lembur Diurus, Kota Ditata.
Pentas seni mewarnai seluruh rangkaian tersebut, kesenian yang turut menghibur dihadirkam dari berbagai daerah di Jawa Barat diantaranya dari kesenian Subang maupun Cirebon. Pelawak Sule yang diduetkan dengan Oni sebagai pembawa acara pun tampil menarik suasana. (San)












