Jabar Terus Tingkatkan Anggaran Kesehatannya

  • Bagikan

BANDUNG (Lintasjabar.com),- Gubernur Jawa Barat Heryawan alokasi anggaran kesehatan pada APBD Provinsi Jawa Barat tahun 2010 mencapai Rp 329,24 miliar atau 4,9 persen dari total belanja APBD. Secara bertahap, alokasi anggaran kesehatan terus ditingkatkan, pada tahun 2011 menjadi 7,5 persen dari APBD dan tahun 2012 diharapkan sudah mencapai 10 persen dari APBD. Pemenuhan dan peningkatan alokasi anggaran kesehatan secara bertahap dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai wujud pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

“Anggaran kesehatan Provinsi Jawa Barat terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2010 ini, nilainya mencapai Rp 329,23 miliar lebih, atau meningkat Rp 76,30 miliar lebih dari tahun sebelumnya, seperti tahun 2009 yang hanya sekitar Rp 253 miliar lebih. Secara bertahap, maka pada tahun 2012 diharapkan mencapai 10 persen dari total APBD Provinsi Jawa Barat. Dengan alokasi anggaran yang terus meningkat, diharapkan semakin mendorong pencapaian sasaran kesehatan optimal di Jawa Barat,” tutur Heryawan.

Lebih lanjut Heryawan mendesak Pemerintah Pusat untuk lebih memperhatikan permasalahan kesehatan di Jawa Barat. Apalagi penduduk Jawa Barat terbesar Nasional mencapai 43 juta lebih, dengan ragam permasalahan kesehatan yang sangat kompleks. Untuk itu, sebagai wujud keberpihakan, maka pihaknya meminta Kementrian Kesehatan lebih banyak menggelontorkan bantuan keuangan ke Jawa Barat. Hal itu disampaikannya kepada Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, pada Acara Dies Natalis Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad) ke-53, Gedung Rumah Sakit Pendidikan Unpad, Jl Eijkman Bandung, Jumat (22/10).

“Logis bila saya meminta Pemerintah Pusat lebih memperhatikan Jawa Barat, dengan penduduk terbesar Nasional dan merupakan kawasan terdekat dengan Ibukota Negara. Khusus guna menuntaskan masalah kesehatan di Jawa Barat, kita membutuhkan bantuan Pusat, seperti rencana pembangunan Puskesmas Rawa Inap atau Poned sebanyak 200 buah,” tegas Heryawan di hadapan hadirin, yang merupakan perwakilan pemangku kepentingan masalah kesehatan se Jawa Barat, dan jajaran civitas akademika Fakultas Kedokteran Unpad. (Dudi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan