Jawa Barat Siap Kembangkan Wilayah Timur

  • Bagikan

BANDUNG LJ – Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana mengembangkan kawasan industri di wilayah timur. Wilayah tersebut meliputi Sumedang, Majalengka, Indramayu, Cirebon, serta Kuningan.
Hal itu diungkapkan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan seusai menerima Forum Ekonomi Jabar (FEJ) di Gedung Pakuan akhir pekan kemarin. Dalam pertemuan itu, FEJ melakukan presentasi masterplan pengembangan wilayah Jabar bagian timur dalam pengembangan pusat pertumbuhan industri.

Heryawan mengapresiasi kajian masterplan tersebut. Menurut dia, rencana pengembangan ini sudah muncul sebelum dia menjabat sebagai gubernur.
“Sudah semestinya ada pemerataan pembangunan di semua wilayah Jawa Barat,” tutur Heryawan.

Meski begitu, dia mengimbau agar pembangunan Jabar timur harus bisa menguntungkan masyarakat sekitar serta ramah lingkungan. Kemudian tercipta tata kelola industri bisa dilakukan dari hulu hingga hilir.

Dia juga menyebut triger dari pengembangan itu adalah terciptanya sarana infrastruktur yang baik. Saat ini Pemprov sudah mengembangkan beberapa sarana infrastruktur di sana. Di antaranya tol Cisumdawu dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka.

“Selain infrastruktur pembangunan dari sisi pendidikan juga harus dilakukan. Yaitu dengan pendirian perguruan tinggi negeri di berbagai wilayah di Jawa Barat,” tuturnya.

Dengan begitu, tambah dia, tenaga kerja lokal bisa bersaing dan mengisi semua level pekerjaan.

Dalam presentasinya, FEJ mengungkapkan cakupan wilayah timur tersebut meliputi Cirebon, Indramayu, Majalengka, Sumedang, Kuningan, Ciamis, Banjar sampai Pangandaran. Master plan tersebut sebagai pengembangan industri yang merupakan ekspansi atau relokasi industri dari wilayah barat, yaitu industri tekstil/TPT dan otomotif.

Di kawasan timur sendiri sudah berkembang industri furtinur, batik, pertanian, dan perikanan. Dalam masterplan itu disebutkan, untuk pertumbuhan industri akan dipusatkan di Kertajati, Ujung Jaya dan kawasan industri di Kota Cirebon.

Sedangkan sebagai wilayah penyangga adalah Kabupaten Cirebon sebagai pusat palayanan perdagangan, Indramayu sebagai kawasan agrowisata dan wilayah penyangga, Majalengka sebagai pusat penyedia layanan transporasi dan perumahan, Kuningan sebagai kawasan pariwisata dan wilayah penyangga, serta Sumedang sebagai kawasan pariwisata dan pusat inovasi. (Zein)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan