BANDUNG LJ – Meskipun pemerintah pusat menaikkan tarif dasar listrik (TDL), PDAM Tirtawening Kota Bandung belum mau melakukan penyesuaian tarif.
Padahal melihat biaya produksi untuk menghasilkan air bersih memerlukan energi listrik yang cukup besar,namun PDAM Tirtawening tertolong oleh kondisi topografi, mulai sumber air baku sampai pendistribusian, tidak memerlukan pompa yang menyedot listrik cukup besar.
Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung Pian Sopian mengatakan,”PDAM ini letak pelayanan lebih rendah dari threatment. Jadi mulai pendistribusian sampai distribusi ke konsumen menggunakan gravitasi, tanpa pemompaan. Kalau pompa pakai listrik dan lain-lain,” jelas manatan Direktur Air Limbah ini sebelum menjabat Direktur Utama kepada wartawan di kantornya Jalan Badaksinga, Rabu (3/9/2014).
Menurut Pian, kondisi sekarang membuat perusahaan daerah ini tidak memerlukan pengeluaran besar untuk listrik. Otomatis, kenaikan TDL tidak serta merta akan dibarengi rencana penyesuaian tarif.
“Kita dari sumber pakai gravitasi, Cikalong ke Badaksinga lalu ke masyarakat juga pakai gravitasi. Kenaikan TDL hanya memberi pengaruh pada pembiayaan sekitar 20 persen,” pungkas Pian. (San/Herdi)












