LLI Kota Bandung Bantu Benahi Rumah dan Usaha Lansia

  • Bagikan

BANDUNG (Lintasjabar.com),- Lembaga Lansia Indonesia (LLI) Kota Bandung  dalam rangkaian kegiatan porogram santri nyaah ka kolot (Sanyalot), memberikan dana bantuan bagi warga lansia Kecamatan Cibeunying Kaler dan Cibeunying Kidul. Bantuan senilai Rp 70 juta itu, dipergunakan untuk perbaikan rumah tidak layak huni (benah imah), bantuan modal usaha (benah usaha) dan pembangunan taman lingkungan bagi lansia (benah lingkungan). Diserahkan Ketua LLI Kota Bandung, H Rohimat, disaksikan Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivavananda, di Aula Kecamatan Cibeunying Kidul, Jalan Sukasenang Bandung, Rabu (28/12).

Bantuan program senilai 70 juta, disalurkan melalui pengurus LLI 2 kecamatan. Dialokasikan untuk rehab 10 umah lansia tidak layak huni rumah Rp 5 juta/rumah. Modal usaha bagi 20 lansia pelaku usaha senilai Rp 500 ribu/orang dan pembuatan 2 taman lansia Rp 5 juta/taman.

Bantuan diharapkan Rohimat, bisa menjadi pemacu dan pemicu pengurus LLI kecamatan mengembangkan kelanjutannya. Menggali swadaya masyarakat sehingga LLI Kota Bandung tidak selalu dan terlalu menggantungkan bantuan pemerintah.  Upaya yang menurutnya perlu diwujudkan melalui kerja keras dan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat termasuk dunia usaha.

“Visi kita,  bagaimana mewujudkan lansia yang sehat, mandiri dan produktif.  Sehat jasmani walau sudah tua.  Mandiri tidak terlalu tergantung pada pihak lain dan masih bisa produktif. Kita berharap, lansia punya imah pageu. (rumah layak huni), usaha maneuh (usaha tetap)dan lingkungan mikadeudeuh (lingkungan sehat dan bersahabat),” kata rohimat.

Masih di 2010, LLI Kota Bandung juga pernah melakukan hal sama di  kecamatan Gedebage. Sumber dana diperoleh dari bantuan Pemmerintah Propinsi Jawa Barat.  “Kegiatan sekarang ini dananya dari APBD Kota. Ke depan sesuai janji wali kota, program akan terus berlanjut ke kecamatan-kecamatan lainnya,”.

Rohimat menuturkan, di Kota Bandung kini tidak kurang dari 150 ribu lansia diatas usia 60 tahun. Program nyaah ka kolot, pihaknya telah mengajukan pada Pemkot untuk melanjutkan program. LLI Kota Bandung juga memfasilitasi kerja sama dengan PMI Medical Center (PMC) Kota Bandung,  dalam bidang kesehatan berupa layanan laboratorium dan konsultasi. “Kita juga mendapat keringanan, diskon pembelian obat di Kimia Farma, difasilitasi LLI Jawa Barat,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda menyatakan, menghormati dan memuliakan lansia merupakan kewajiban yang tidak bisa diabaikan. Realita sosial yang menurutnya terkait erat dengan nilai-nilai agama. Program nyaah ka kolot, akan memupuk budaya hormat pada orang tua. Budaya yang meninggikan kebajikan dan budi pekerti. Budaya yang mencerminkan masyarakat bermartabat.

Menitipkan lansia pada panti-panti jompo, menurutnya bukan perilaku untuk ditiru. Untuk itu Pemkot Bandung meski hanya sebatas bantuan pemenuhan kebutuhan dasar, program nyaah ka kolot yang dipaketkan dalam program bawaku lansia, bawaku makmur, bawaku sehat dan bawaku pangan akan terus mengupayakannya dan berlanjut.

“Bantuan ddiharapkan, mampu menambah kenyamanan dan ketenangan para lansia tetap sehat,  mandiri dan produktif.  Saya eprasiatif pada LLI yang tetap konsisten dengan misi perjuangannya, yang pada gilirannya mampu mengakselarasi penguatan kemartabatan masyarakat Kota Bandung,” kata Ayi.

Ayi meyakini, kedalaman pengetahuan dan pengalaman, lansia masih mampu memberikan sumbangan pemikiran bagi kenajuan Kota Bandung. Untuk itu dirinya minta, para lansia terus berkarya dan tidak berhenti berkiprah. “Bimbingan dan arahannya, adalah nilai kebajikan yang jika  terus disegarkan, ibarat mata air yang mengalirkan keberkahan. Keberhasilan Kota Bandung selama ini, tidak terlepas dari  jasa para lansia,” tandasnya. (Herdi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan