Pembukaan Braga Weekend Market

BANDUNG (Lintasjabar.com),- Ditandai dengan pemukulan gong, pemakaian ikat kepala dan penyematan pin kujang, Wakil Walikota Bandung, Ayi Vivananda membuka Braga Weekend Market, di sepanjang Jl. Braga, Sabtu malam (11/05/2013).

Mengusung tema ‘Braga in Love’ kegiatan Car Free Night itu digelar di mulai 07.00 WIB sampai 00.00 WIB, dimeriahkan berbagai kegiatan kebudayaan dari berbagai komunitas, pertunjukan musik, seni, juga fashion.

Dikatakan Ayi, “Braga Weekend Market ini merupakan peristiwa dimana berbagai macam kreatifitas mulai dari fashion, kuliner hingga berbagai macam kreatifitas anak-anak Kota Bandung dapat kita tampilkan, sehingga kedepan Kota Bandung menjadi kota festival yang nantinya berbagai macam aktifitas pertunjukan seni dan budaya didukung oleh banyaknya seniman di kota bandung akan mempunyai lebih banyak lagi tempat-tempat untuk menunjukan kreasinya, hampir 80 persen seniman budayawan indonesia berasal dari Kota Bandung,” katanya.

Ayi menilai uji coba Braga Weekend Market ini cukup berhasil dilihat dari antusiasme masyarakat dan jumlah pengunjung yang cukup banyak juga tidak menimbulkan kemacetan yang parah, “kita akan terus evaluasi bersama-sama dengan para stakeholder dan mudah mudahan ini akan terus berlanjut sehingga bisa menjadi ikon pariwisata dan budaya di Kota Bandung,” terangnya.

Hal senada dikatakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Heri M Jauhari, “ini merupakan yang kedua kali, rencananya akan dilaksanakan satu bulan sekali dan sudah masuk dalam kalender event Kota Bandung, diharapkan bisa menarik wisatawan lebih banyak lagi, dan terus akan di evaluasi sehingga bisa menjadi magnet tersendiri untuk layak jual dan layak tampil untuk bisa didatangi wisatawan dalam negeri juga wisatawan mancanegara,” ujarnya.

Ketua umum Galur Braga, Iman Sadikin selaku Ketua Pelaksana mengatakan kegiatan ini merupakan hasil partisipasi dan kreatifitas warga Braga dari RW 01 sampai RW 08, “nanti pada tanggal 18 juni 2013 nanti di Braga Weekend Market akan datang dari 20 negara, sehingga bisa menambah nilai ekonomi bagi warga Braga,” paparnya.

Diungkapkannya oleh Ayi, sampai saat ini Kota Bandung masih kurang tempat seniman budayawan untuk menunjukan kreatifitasnya, “Kota Bandung adalah gudangnya seniman budayawan tapi destinasi tempat-tempat pertunjukannya masih kurang, ada Padepokan Mayang Sunda yang baru selesai kta renvovasi juga akan dibangun dibangun pusat kawasan seni budaya sekitar 10 hektar di Ujungberung, tapi saya kira di pusat-pusat kota pun kita butuh tempat-tempat kecil untuk berekspresi kesenian,” kata Ayi

Kawasan Braga merupakan landmark kota Bandung terletak di pusat kota. Satu satunya jalan di Kota Bandung yang sepanjang jalannya memakai ornamen batu andesit, kawasan ini juga merupakan jalan pertokoan yang paling bernuansa Eropa karena memiliki bangunan-bangunan heritage yang masih terjaga keasliannya, hal inilah yang membuat jalan braga memiliki keunikan dan daya tarik yang khas. Jalan braga juga disebut sebagai jantung ‘Parijs van Java’. (Herdi)

Tinggalkan Balasan