Pembukaan PORPEMKOT 2013

  • Bagikan

BANDUNG (LJ),- PORPEMKOT (Pekan Olahraga Pemerintah Kota) Bandung 2013 di buka secara resmi oleh Plt. Sekda Kota Bandung Yossi Irianto, di Plaza  Balai Kota, Senin (3/6). Pembukaan ditandai dengan dikibarkannya bendera start lomba gerak jalan, oleh Plt Sekda. Hadir dalam pembukaan tersebut, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bandung Ny. Nani Suryani Dada Rosada, Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kota Bandung Asep C. Cahyadi, dan sejumlah pejabat publik Kota Bandung.

Menurut Asep, PORPEMKOT kali ini sengaja digelar lebih awal dari biasanya, sebagai ajang seleksi untuk menghadapi PORPEMDA Jawa Barat yang akan di gelar pada bulan Oktober di Cianjur. “Kita sengaja mempercepat pelaksanaan kali ini, agar persiapan untuk menghadapi PORPEMROV lebih matang lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, sebagai juara bertahan PORPEMROV, tentunya Kota Bandung ingin mempertahankan prediket sebagai juara bertahan, seperti yang dilakukan pada PORPEMROV di Kuningan. “Untuk itu, kita mempersiapkan sekitar 4 bulan sebelum pelaksaannya,” jelasnya.

Untuk PORPEMKOT kali ini, Asep menuturkan, diikuti oleh 47 SKPD (satuan Kerja Perangkat Daerah) yang ada di Pemkot Bandung. Ke 47 SKPD tersebut akan mengikuti 9 Cabang olahraga yaitu Bulutangkis, futsal, Bilyar, Bola Voli, Catur, Gerak Jalan, Senam Aerobik, Tenis meja dan Tenis Lapangan.

“Para atlet ini akan berjuang selama 3 hari mulai 3-5 Juni dan memperebutkan 18 Medali emas, 18 Perak dan 18 Perunggu, serta piagam penghargaan, sedangkan untuk kontingen yang meraih medali terbanyak akan mendapatkan Piala bergilir,” jelas Kepala Dispora.

Sementara itu Wali Kota Bandung dalam sambutannya yang dibacakan oleh Plt. Sekda mengatakan bahwa PORPEMKOT bukanlah kompetisi bagi atlet profesional, karena pesertanya adalah abdi negara, abdi pemerintah dan abdi masyarakat. Namun menurutnya status tersebut jangan menjadi alasan untuk menjalani pertandingan seadanya atau berleha-leha tetapi justru harus dijalani dengan sungguh-sungguh seperti ketika PNS melaksanakan tugas sehari-hari.

“Saya juga menilai event ini menjadi sarana untuk mengasah kemampuan dan kreativitas atlet, karena setiap pertandingan tidak hanya dijalani dengan mengandalkan otot, tetapi juga mengoptimalkan kemampuan berpikir,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya, pada posisi tersebut keseriusan harus ditunjukkan, karena para juaranya akan mewakili dan mempertaruhkan nama Kota Bandung pada PORPEMDA Jawa Barat, sekaligus menginspirasi penumbuhan budaya sehat di dalam organisasi atau dalam ruang lingkup yang lebih luas.

“Keseriusan seperti ini yang diharapkan mendorong para atlet meraih prestasi maksimal, yakni tampil di panggung kehormatan dan menerima medali serta menjadi juara saat melayani masyarakat,” ucapnya.

Untuk itu dirinya berharap, para atlet mampu menunjukkan disiplin, kerja keras, dan sikap pantang menyerah, karena persaingan bukan saja terjadi dengan peserta lain, tetapi juga kompetisi dalam meraih kepercayaan masyarkat. (Gempa)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan