Pemkot dan Pemprov Tandatangani MoU Tol Pasteur-Ujungberung

  • Bagikan

BANDUNG (Lintasjabar.com),- Wali Kota Bandung, Dada Rosada mengatakan, Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar sudah menandatangi MoU (nota kesepakatan) pembangunan tol dalam kota. Namun untuk pembangunan tol dalam kota ini, pihaknya belum menganggarkan sejumlah dana dalam APBD 2011. Saat ini, dana pembangunan Tol Pasteur-Ujungberung masih ditanggung provinsi.

Untuk mewujudkan pembangunan tol dalam kota ini, kata Dada, Pemprov Jabar sudah menunjuk BUMD, yakni PT Jasa Sarana untuk menggandeng sejumlah investor. “Saya sudah tanda tangani MoU dengan gubernur dan gubernur memakai BUMD Jasa Sarana,” ungkapnya.

Menurutnya Pemkot Bandung belum memasukkan dana untuk pembangunan tol dalam kota Pasteur-Ujungberung dalam APBD 2011. Untuk sementara, masalah dana masih ditanggung pemprov lewat Badan Umum Milik Daerah PT Jasa Sarana yang menggandeng sejumlah investor. Diperkirakan, pembangunan tol dalam kota ini akan menghabiskan dana Rp 1,5 triliun,imbuh Dada  seraya menambahkan dari provinsi, tapi dari pihak swasta.

Sementara ini belum kita anggarkan dari APBD. Tak hanya pemprov, lanjut Dada, Pemkot Bandung pun harus memiliki BUMD untuk kerja sama pembangunan tol ini. Dalam BUMD ini, pihak pemkot akan duduk sebagai komisaris dan memberikan dana dalam bentuk penyertaan modal. “Pasti dan harus, tapi sekarang belum. saya kerja sama dengan gubernur dan gubernur dengan BUMD,” tandasnya

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengatakan, pembangunan tol dalam kota Pasteur-Ujungberung ini akan memakan biaya sebesar Rp 1,5 triliun. Dana ini rencananya akan disediakan investor yang digandeng BUMD. Pemprov sendiri menujuk PT Jasa Sarana sebagai BUMD yang akan menjalankan tol dalam kota ini. Selain tol Pasteur-Ujungberung, Pemprov Jabar pun akan membangun tiga tol, yakni Tol Cisundawu dan Tol Soroja.

“Insya Allah baru tiga tol yang siap dibangun pada 2011. Selama ini, investor yang ingin membangun di Jabar lebih banyak dari Cina. Termasuk ketiga tol yang akan dibangun, investornya berasal dari Cina. Namun mereka tetap digandeng BUMD kita,”tutur Heryawan. (Herdi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan