Peran Generasi Muda dalam Mengamalkan Nilai-nilai Pancasila Sangatlah Penting

Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS, H. Jajang Rohana, S.Pd.I

BANDUNG, LINTAS JABAR – Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS, H. Jajang Rohana, S.Pd.I mengatakan Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia dan sebagai dasar dan pandangan hidup Bangsa Indonesia.

“Panca artinya lima, sedangkan sila artinya asas atau prinsip yang disempurnakan melalui rumusan Pancasila dan dibentuk Undang-Undang Dasar. Dan tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila yang merujuk pada sidang BPUPKI dalam merumuskan dasar negara Republik Indonesia,” tuturnya menyikapi Hari Lahir Pancasila 1 Juni.

Menurutnya, Hari lahir Pancasila memiliki makna historis yang sangat penting karena merupakan titik awal pembentukan jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat.

Saat ini, sambungnya, Pancasila menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Namun nilai-nilai yang terkandung didalamnya dapat menjadi landasan dalam membangung toleransi, menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa Indonesia.

“Peran generasi muda dalam menjaga dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sangatlah penting. Melalui Pendidikan dan sosialisasi diharapkan generasi muda bangsa Indonesia dapat menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila di kehidupan sehari-hari,” harapnya melalui pesan whatsapp.

Adapun diambil dari beberapa sumber, Hari Lahir Pancasila diperingati setiap 1 Juni, sesuai Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016. Tanggal ini diambil dari pidato pertama Ir Sukarno saat memberi gagasan dasar negara pada rapat Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) 1 Juni 1945.

Sejarah lahirnya Pancasila sendiri berawal dari kekalahan Jepang pada Perang Asia Timur Raya. Mendapati kekalahan, Jepang berusaha menarik hati dan simpati masyarakat Indonesia dengan menjanjikan kemerdekaan, serta membentuk lembaga yang mengurusi kemerdekaan sambil menunggu situasi membaik. Kemudian pada 1 Juni 1945 Ir. Sukarno mendapat giliran menyampaikan ide dan gagasan terkait dasar negara Indonesia, yang saat itu Ia namai “Pancasila.”

Sukarno menyebut, panca artinya lima, sedang sila artinya prinsip atau asas. Kelima sila tersebut ialah, sila pertama “Kebangsaan”, sila kedua “Internasionalisme atau Perikemanusiaan”, sila ketiga “Demokrasi”, sila keempat “Keadilan Sosial”, dan sila kelima “Ketuhanan yang Maha Esa.”

Dan Lahirnya Pancasila adalah judul pidato yang disampaikan oleh Soekarno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan pada tanggal 1 Juni 1945. Dalam pidato inilah konsep dan rumusan awal “Pancasila” pertama kali dikemukakan oleh Soekarno sebagai dasar negara Indonesia merdeka. Pidato ini pada awalnya disampaikan oleh Soekarno secara aklamasi tanpa judul dan baru mendapat sebutan “Lahirnya Pancasila” oleh mantan Ketua BPUPKI Dr. Radjiman Wedyodiningrat dalam kata pengantar buku yang berisi pidato yang kemudian dibukukan oleh BPUPKI.

Sila-sila yang terdapat dalam Pancasila yaitu pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Dalam sila tersebut menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus menunjung tinggi nilai-nilai spiritual, dan saling menghormati antar umat beragama. Sila yang kedua adalah Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, yang berarti bahwa setiap orang penting untuk melakukan penghargaan terhadap hak asasi manusia dan keadilan sosial. Sila ketiga adalah Persatuan Indonesia, pentingnya rasa persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dalam banyaknya keberagaman. Sila keempat adalah Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, sila ini menekankan betapa pentingnya demokrasi untuk mencapai musyawarah untuk mufakat. Sila kelima adalah Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, penting kesejahteraan dan keadilan sosial seluruh rakyat dalam berbagai hal. (*)