Peringatan Hari Pendidikan Nasional

  • Bagikan

BANDUNG (Lintasjabar.com),- Hardiknas atau Hari Pendidikan Nasional yang diperingati pada tanggal 2 Mei setiap tahunnya merupakan puncak  bagi mereka yang berkecimpung di dunia pendidikan , sekaligus juga diperingati sebagai hari kelahiran Pahlawan Nasional Pendidikan Ki Hajar Dewantara.

Peringatan Hardiknas yang secara Nasional di peringati dengan cara Upacara Bendera juga diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bandung dengan menggelar Upacara Bendera yang melibatkan seluruh unsur pendidikan di lingkungan Pemerintahan Kota Bandung dan Ucapan selamat dari Walikota Bandung Dada Rosada kepada para Siswa-siswi dan Guru serta Kepala Sekolah yang berprestasi dari berbagai bidang baik di tingkat Nasional maupun tingkat Internasional.

Tak kurang ribuan Guru dan Siswa dari berbagai jenjang Pendidikan serta seluruh jajaran Kepala Dinas dan Camat dan segenap komponen Pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Bandung mengikuti dengan Khidmat Upacara bendera yang di gelar pada hari Kamis (02/05) di Plaza Balai Kota Bandung Jl. Wastukencana No 2 dengan Walikota Bandung Dada Rosada bertindak sebagai Pembina Upacara.

Dalam sambutannya Walikota Bandung Dada Rosada menyampaikan sambutan dari Menteri Pendidikan Mohammad Nuh yang menyampaikan permintaan maaf nya berkaitan dengan kendala-kendala yang muncul pada segi teknis dan manajemen saat  pelaksanaan UN (Ujian Nasional) tahun ini.

“Menteri Pendidikan menyampaikan permintaan maafnya kepada warga Indonesia khususnya pada Warga, para Guru, Orang Tua dan para siswa Kota Bandung atas terjadinya kendala-kendala di tataran implementasi teknis yang terjadi pada saat pelaksanaan UN tahun ini,” ujarnya.

Dada juga menyampaikan bahwa menteri pendidikan Mohammad Nuh meminta pada Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pendidikan untuk mendirikan pos-pos anti DO (Drop Out).

Terkait dengan kegiatan Pendidikan Kota Bandung Dada mengatakan bahwa Pemerintah Kota Bandung telah menyelesaikan 11 komponen Pembangunan Infrastruktur,  Belajar Mengajar dan Pendidikan.

“Pemerintah Kota Bandung telah menyelesaikan  11 komponen masalah yang berkaitan dengan Akselerasi Pendidikan , yang diantaranya dimulai dengan Kesejahteraan Guru kemudian Status Guru, Orang Tua yang tidak menyekolahkan anaknya serta  Siswa yang Drop Out, dimana sejalan dengan kebijaksanaan Menteri Pendidikan,” ungkap Dada.

Menambahkan lebih lanjut Dada mengatakan bahwa jalannya Pendidikan pada Masyarakat juga merupakan saran pengubah status Sosial bagi mereka sendiri , karena sejalan pula dengan pendidikan yang diraih oleh masyarakat maka naik pula status sosial serta SDM (sumber Daya Manusia) masyarakat itu sendiri.

“Karena Pendidikan bagi Masyarakat adalah sarana sebagai pengubah status Sosial maka tidak bisa disangkal lagi bahwa Pendidikan bagi masyarakat adalah hukumnya wajib oleh karena itu Pemerintah Kota Bandung juga akan lebih meningkatkan anggaran untuk pembangunan dan peningkatan bidang Pendidikan , meskipun sesuai Undang-undang seharusnya 20% tetapi Pemerintah Kota Bandung akan mengalokasikan 50% dari APBD untuk bidang Pendidikan,” tegasnya.

Berkaitan dengan instruksi  dalam sambutan Menteri Pendidikan  Dada juga mengatakan bahwa Pemerintah Kota Bandung sudah melaksanakan hal tersebut sejak tahun 2004 untuk masalah DO  dan untuk Lomba rintisan pendidikan 12 Tahun yang di prakarsai oleh Provinsi Jawa Barat , Kota Bandung malah sudah sampai ke Taraf hingga SMA.

“Kota Bandung sudah memiliki mencetuskan  Bandung Cerdas hingga SMA sejak tahun 2008 sehingga untuk masalah Pendidikan yang lain juga sudah hampir selesai di Kota Bandung, tinggal bagaimana mengelola proses pendidikan, Proses belajar mengajar dan proses keuangannya agar penyelenggaraan Pendidikan berjalan dengan optima dan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (Herdi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan