Perumda Tirtawening Kota Bandung Dirugikan Akibat Hilangnya Puluhan Manhole

  • Bagikan
Dirut Perumda Tirtawening Sony Salimi saat gelar konferensi pers

BANDUNG LJ – Dari catatan Perumda Tirtawening Kota Bandung, ada sekira 20 Manhole atau tutup jaringan air limbah yang raib.

Diduga raibnya puluhan manhole tersebut akibat dicuri orang yang tidak bertanggung jawab. Disebutkan kehilangan manhole bukan kali ini saja, namun sudah sejak lama namun belakangan kembali marak pencurian manhole yang hilang.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Perumda Tirtawening, Sony Salimi kepada awak media di Kantor Perumda Tirtawening, Selasa 09 November 2021.

Dikatakan Sony, manhole atau tutup jaringan air limbah yang terbuat dari besi campuran dan beton kebanyakan posisinya berada di bahu dan tengah jalan raya.Akibat dari hilangnya tutup manhole ini, lubang yang menganga itu pun sangat membahayakan pengendara maupun pejalan kaki.

Perbaikan tutup jaringan air limbah

“Dari nilai kerugian manhole itu bagi kami tak seberapa, namun dampaknya sangat besar. Bila terjadi kecelakaan di jalan akibat pengendara terperosok lubang tersebut tentunya yang disalahkan dan dirugikan kami,” terangnya.

Maka itu, pihak Perumda Tirtawening Kota Bandung mengimbau kepada warga agar ikut serta memantau serta melaporkan bila terjadi pencurian atau hilangnya manhole dari tempatnya.

Tambah pula, lanjutnya, kepada instansi terkait agar dapat membantu untuk memberikan tanda pengaman di lokasi kehilangan manhole agar dapat diantisipasi para pengendara atau pejalan kaki.Dijelaskan Sony, bukan hanya raibnya manhole, tetapi banyak pula aduan dari masyarakat yang kehilangan alat meteran pelanggan.

“Dari bulan januari sampai oktober kami (Perumda Tirtawening) menerima pengaduan atas kehilangan alat meteran. Kami catat, posisi alat meteran yang hilang kebanyakan posisinya berada di luar halaman rumah pelanggan. Untuk perawatan dan kerusakan alat meteran merupakan tanggungjawab kami, namun bila sudah hilang hal itu menjadi tanggungjawab pelanggan,” bebernya.

Disebutkan Sony, untuk penggantian biaya alat meteran yang hilang dikenakan biaya pengganti sebesar Rp.385.000 per-alat meteran.

“Kepada pelanggan, kami sarankan untuk segera melaporkan bila terjadi kehilangan, agar petugas kami bisa segera cek lapangan. Keluhan dan informasi bisa disampaikan melalui pengaduan Perumda Tirtawening baik secara online maupun offline,” pungkasnya.

  • Bagikan