PT KAI Kembangkan Aset Heritage

  • Bagikan

BANDUNG (Lintasjabar.com),- Bangunan bersejarah banyak dimiliki PT Kereta Api Indonesia ( KAI ) berdasarkan data yang dikeluarkan Kepala Pusat Pelestarian dan Bangunan PT KAI Ella Ubaidi kepada wartawan terdapat 661 bangunan  memiliki nilai sejarah yang cukup tinggi salah satunya yaitu  Wisma Parahyangan yang terletak di jalan Dayang Sumbi no 10 Kota Bandung.

Lebih lanjut dijelaskannya bangunan ini dibangun  tahun 1927 oleh Ernest Gerard Oscar Kelling sebagai rumah tinggal setelah itu dipergunakan sebagai rumah dinas Kepala Perusahaan Jawatan Kereta Ap (PJKA) yang kemudian di fungsikan sebagai Wisma bagi para pegawai PT Kereta Api Indonesia ( persero ) samapai dengan tahun 2009 jelasnya.

Pemanfaatan kembali Banunan Cagar Budaya Wisma Parahyangan sebagai Museum dan Galeri Parahyangan dalah salah satu upaya untuk mengajak masyarakat turut berperan serta dalam menumbuh kembangkan eksistensi perkeretapian Indonesia, terutama pemanfaatan aset-aset peninggalan kuno agara dapat bermanfaat untuk generasi sekarang dan yang akan datang,ujar Ella yang  didampngi Kepala Humas PT KAI Sukendar W dan Trenggono Adi dari unit Pelestarian dan Bangunan PT KAI kepada wartawan di wisma Parahyanagan akhir pekan kemarin.

Sementara itu berdasarkan informasi tyang diterima sesuai dengan ungkapan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia ( Persero ),Ingnasius Johan yaitu”PT KA tidak hanya selalu bergerak pada bisnis angkutan barang dan penumpang,namun juga perhatian pada bangunan-bangunan bersejarah yang dimilki perusahaan terutama yang berpotensi wisata,pendidikan atau peluang bisnis lain,ujarnya.

Menurut Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia ( Persero ) Sukendar W,”Wisma parahyangan ini merupakan salah satu bangunan cagar budaya milik PT KAI,dengan luas tanah 2100 m2 pada era tahun 1990-an hingga tahuin 2009 perna digunakan sebagai mess atau wisma pegawai.Lokasinya tidak jauh dari kampus Institut Teknologi Bandung ( ITB ) serta pusat keramaian kota Bandung,jelasnya seraya menambahkan dengan telah direnovasi untuk dijadikan Graha Parahyangan Museum dan Gallery dimana bangunan ini dapat berfungsi lebih optimal.Rencananya bangunan ini akan disewakan sebagai tempat pertemuan,pesta kecil yang ekskusif dan rapat kedinasan,tuturnya. (Dan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan