Sekilas Pandang Pembangunan Kota Bandung Hingga Genap Usia 200 Tahun

  • Bagikan

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung dengan kepemimpinan H. Dada Rosada, SH., M.Si serta Wakil Walikota Bandung, Ayi Vivananda mencoba untuk memberikan pelayanan publik yang terbaik bagi warganya. Bahkan di pundak mereka, dibantu para SKPD terkait dan sinergitas yang dibangun Sekretaris Daerah kota Bandung, DR. H. Edi Siswadi, M.Si pembangunan kota terus digiatkan, tidak terkecuali dengan penataan bangunan kota yang mempertahankan karakteristik sebagai kota sejarah dan juga penghijauan kota guna menjadikan Kota Bandung kembali asri.

Hut Kota Bandung

Tepat di tahun 2010 ini, Kota Bandung genap merayakan hari jadinya yang ke 200  tahun (terhitung pada 25 September 1810). Usia yang bukan lagi seumur jagung untuk sebuah kota besar dengan luas 16.729,50 Hektar. Perjalanan Kota metropolitan sebagai jantungnya Provinsi Jawa Barat yang dikenal dengan wisata kuliner serta pusat perbelanjaan fashion ini makin hari makin terus berbenah diri. Bahkan bila dikatakan, 200 tahun Kota Bandung membangun begitu menjelma dengan penataan kota yang berbasis jasa serta bermuara pada Kota Bandung sebagai kota Bermartabat (Bersih, Makmur, Taat dan Bersahabat). Kota bermartabat hakikatnya kota dan warganya mempunyai kehormatan, kebanggaan dan jati diri.

Banyak yang telah dilakukan Pemkot Bandung antara lain, penataan Lapangan Tegalega yang tadinya kumuh menjadi tampak campernik, bahkan sejauh ini menjadi pusat wisata keluarga yang sekedar hendak menikmati ruang terbuka dengan pemandangan rindang yang ditanami pepohonan juga sebagai tempat olahraga. Begitu pula pembangunan Fly-Over Pasupati, perluasan Bandara Husein Sastranegara juga pembangunan Tol Cipularang. Sedang kini Kota Bandung tengah mempersiapkan pembangunan mega proyek dengan akan dibangunnya Sarana Olahraga (SOR) Gedebage sebagai kebutuhan para olahragawan juga stadion kebanggaan bagi publik pecinta klub Persib Bandung, disdamping juga tengah merancang pembangunan Pembangkit Listrik tenaga Sampah (PLTSa). Visi misi Kota Bandung pun dituangkan melalui 7 program prioritas pembangunan kota.

7 (tujuh) program prioritas diantaranya (1). Bidang Pendidikan dengan target Bandung Cerdas 2008, tercatat meningkatnya angka partisifasi murni dan kasar pada setiap strata pendidikan, menurunnya angka putus sekolah pada setiap strata pendidikan pra sekolah dasar dan menengah., (2). Kesehatan dengan target Bandung Sehat 2007, ditandai dengan indicator pencapaian Umur Harapan Hidup (UHH) dan peningkatan status gizi. Menurunnya Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Ibu (AKI) akibat melahirkan. Memberikan juga pelayanan Askeskin serta Bawaku (Bantuan walikota Khusus) Sehat., (3). Kemakmuran, Bandung Makmur 2008, tercapainya indicator keinerja pembangunan dengan meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi dari 7,34% pada 2003 menjadi 8,24% pada 2007 atau setara meningkat 0,90%. Disamping pula menurunnya jumlah pengangguran sebesar 17,58%. Meningkatnya Upah Minimum kota (UMK) juga dengan digulirkannya Bawaku Makmur untuk warga yang kurang mampu hingga diharap mendongkrak tingkat daya beli masyarakat., (4). Lingkungan, Bandung Hijau 2006, ditandai dengan diciptakannya Ruang Terbuka Hijau hingga 30% dan sejauh ini telah lebih dari  6,91% yang telah dilakukan penghijauan. Juga dijadikannya lingkungan Hidup sebagai bahan kurikulum khusus sekolah., (5). Seni Budaya, Bandung Kota Seni Budaya 2008, ditandai dengan pelestarian cagar budaya, pembangunan sarana kesenian sunda serta padepokan seni dan ngamumule bahasa indung., (6). Olahraga, Bandung Kota Berprestasi 2008, ditandai dengan menjuarai serta mendominasinya atlet Bandung dalam Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar, serta event olahraga lainnya., serta (7). Agama, Bandung Agamis 2008 ditandai dengan rukunnya serta saling menghormati antar umat beragama juga digapainya peringkat juara umum Musabaqoh Tilatil Qur’an (MTQ) secara berturut-turut oleh Kafilah kota Bandung. Hingga pada periode kedua Walikota Bandung kepemimpinan H. Dada Rosada, SH. M.Si yang dilantik pada 16 September 2008 yang didampingi Wakil Walikota, Ayi Vivananda, kembali memantapkan 7 program prioritas dalam menyongsong pembangunan kota hingga seperti yang diharapkan semua warganya.

Pengelolaan dan pengendalian manajemen Pemerintah Kota Bandung periode 2003-2008, dengan Peraturan Daerah (Perda) No. 6 tahun 2004 tentang rencana Strategis 7 Prioritas Pembangunan Kota Bandung dan dimantapkan pada peiode 2008-2013 dengan Perda no. 9 tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), 7 agenda Prioritas Pembangunan kota Bandung. Perwujudan visi Kota Bandung sebagai Kota Jasa Bermartabat telah dapat diimplementasikan sesuai kemampuan sumber daya yang dimiliki Pemkot Bandung dalam hal ini. Tak pelak pula, dalam upaya mengoptimalkan 7 program prioritas, secara factual telah mendongkrak peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bandung secara signifikan dari semula 77,15 poin pada 2003 menjadi 78,09 poin pada 2007 atau naik 8,09%. Tidak cukup disitu saja, penyelesaian permasalahan-permasalahan yang dihadapi warga Kota Bandung adalah sangat penting manakala pengembangan social budaya dapat dicapai dengan berkurangnya praktek prostitusi. Hal ini dibuktikan dengan ditutupnya lokalisasi saritem, sebuah tempat mesum yang diyakini umat muslim sebagai mayoritas penduduk di Kota Bandung dapat mengganggu pada ketenangan beribadah serta merusak moral anak bangsa selain pula pencitraan kota yang kurang baik.

Revitalisasi 7 (tujuh) sentra perdagangan (Pedagang Cigondewah, Cibaduyut, Cihampeulas, Jln. Suci, Binong Jati, Cibuntu dan Sukamulya) merupakan terobosan dari bagian penataan kota. Sementara itu, penetaan moda transfortasi, pembangunan kawasan seni ujung Berung, pariwisata dan Saung Angklung Mang Ujo.

Revitalisasi juga dilakukan pada pasar tradisional, penataan puclut dan terobosan lainnya guna mengakomodasi aspirasi masyarakat kota. Terobosan lainnya yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung adalah bekerjasama dengan Pemkot Cimahi, Pemkab. Bandung, Pemerintah Kab. Barat  melakukan penanaman pohon sebagai patok pembatas/ green belt di kawasan sepanjang perbatasan kota/kabupaten.

Selain 7 Program Prioritas, Pemkot Bandung juga memiliki 5 gerakan, yakni (1) Gerakan Penghijauan, hemat dan menabung air dengan menanam pohon produktif dan pelindung serta membuat sumur resapan; (2) Gerakan Cikapundung bersih; (3) Gerakan sejuta bunga; (4) Gerakan udara bersih; dan (5) Gerakan P4LH (Pembibitan, Penanaman, Pemeliharaan, dan Pengawasan lingkungan hidup).

Kota Bandung sebagai kota jasa bermartabat selain dijadikan titik tolak akselerasi (percepatan) pembangunan melalui beberapa agenda besarnya, juga dijadikan sebagai peluang bagi aparaturnya dan masyarakat untuk terus berkarya secara professional serta didasari kecintaan dan kearifan terhadap kota.

Terkait Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) yang genap 2 abad tepatnya ke- 200 tahun, Walikota Bandung, H. Dada Rosada, SH., M.Si selalu menegaskan dalam beberapa kesempatan dikatakannya, menyambut hari jadi janganlah hanya diukur atau dihitung usia fisik kota, namun yang lebih penting adalah menjadikan peringatan HJKB sebagai sumber inspirasi untuk bekerja lebih keras, kreatif serta produktif. Bahkan dirinya menekankan pada bawahannya agar senantiasa melakukan percepatan pembangunan agar seluruh konstruksi sumber daya local Kota Bandung dalam keadaan dapat diperhitungkan, baik juga berdaya saing dalam meraih kemajuan di tingkat nasional bahkan pula pada tingkat internasional.

Penataan Bandung yang berbasis Kota Jasa yang Bermartabat dalam perjalanannya sungguh sangat memberikan kontribusi baik terlebih memberikan prestise tersendiri. Hal ini terbukti dari banyaknya penghargaan ataupun prestsi yan telah diraih Pemerintah kota Bandung sebagai tanda penyampaian hasil kinerja Pemkot Bandung sebab apa yang dilakukan adalah semata-mata untuk perbaikan kualitas pelayanan public dan mendorong terjadinya partisifasi masyarakat dalam proses pembangunan. (Adv)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan