Sosialisasikan Pupuk Non-Subsidi Phonska Plus, Petrokimia Gresik Gelar Seminar Sehari

  • Bagikan

PANGANDARAN, LJ – Berdasar temuan International Fertilizer Association (IFA), yang menyebutkan 50% kondisi lahan pertanian dunia mengalami defisiensi unsur hara mikro Seng yang cukup signifikan. Peta defisiensi Seng menunjukkan bahwa Indonesia pun termasuk wilayah dengan defisiensi terparah di dunia.

Guna menawarkan solusi terhadap masalah defisiensi Seng pada lahan pertanian, sekaligus juga menawarkan pupuk NPK non-subsidi dengan kualitas yang jauh lebih baik namun tetap dengan harga terjangkau, PT Petrokimia Gresik (PG) menyosialisasikan melalui seminar sehari dengan mengusung tema “Meningkatkan Prestasi Petani Pangan Khususnya Padi” di Desa Bojong Kecamatan Langkaplancar Kab Pangandaran, Minggu, (30/3).

Dalam press realese yang diterima redaksi, seminar yang diikuti Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) ini diharapkan adanya terjadi perubahan dalam hal pertanian sehingga para petani pun bisa beinovasi ke arah lebih baik.

“Tentunya dengan lahan yang ada walaupun tidak luas tapi bisa mencukupi atau bahkan bisa meningkatkan kesejahteraan para petani di wilayah kami,” ujar Kepala Desa Bojong H. Ading dalam sambutannya dihadapan puluhan peserta.

Selain berpesan kepada para petani untuk mengikuti acara dengan serius dan dapat mempraktekkannya, Ading juga memaparkan sejauh ini petani yang ada di Desa Bojong dipandangnya belum benar-benar memahami cara pengolahan lahan sawah yang baik.

Untuk itu, ia sangat mengharapkan bimbingan atau arahan dari para narasumber khususnya dari jajaran PG sebagai pemateri.

“Semoga selepas acara ini, para petani bisa mengolah lahan secara produktif sehingga bisa mengoptimalkan lahan sempit menjadi maksimal. Contohnya menurut teori, bahwa lahan seluas seratus bata itu bisa menghasilkan hasil panen padi sekitar 2 ton. Padahal selama ini kebiasaannya lahan seluas itu cuma bisa menghasilkan padi basah sekitar 8 kwintal. Nah yang menjadi pertanyaan para petani bagaimana mungkin lahan seluas itu bisa menghasilhan 2 ton,” pungkasnya.

Sementara itu, dikatakan Direktur Distributor CV. Generasi Bagja Sentosa untuk Wilayah Kab. Pangandaran, Aan Hanafi S.Ag., M.Pdi hasil panen tidak optimal adalah kesalahan pada awal-awal penggarapan.

Hal itu dikemukakannya menyinggung kebiasaan para petani dalam menggarap lahannya. Sebab, Aan menilai ketika lahan selesai dibajak dan diratakan maka disitulah awal penaburan pupuk dan lainnya.

“Jadi pada intinya begitu padi di tanam dan akarnya sudah siap maka disitulah makan sudah ada. Dan jangan lupa, benih juga harus menggunakan benih unggulan. Cara pemupukan yang sesuai dengan arahan dan juga cara mengedalikan hama itu faktor yang menentukan supaya terhindar dari hama,” tandas Aan Hanafi.

Sedang dipaparkan petugas PPD PT. Petrokimia Gresik (PG) Wilayah Priangan Timur, Fahmi Aliansyah yang didampingi Ajiz, PG telah menyiapkan pupuk non-subsidi berkualitas terbaik yaitu pupuk Phonska Plus.

“Bila menggunakan pupuk non-subsidi Phonska Plus hal itu akan meningkatkan produktifitas panen hingga 15 ton,” terangnya.

PG sendiri sebelumnya telah meluncurkan pupuk non subsidi NPK Phonska Plus yang dikemas dalam kantong dengan berat bersih 25 kilogram, berbentuk granul, berwarna putih, dan bersifat higroskopis (mudah larut dalam air). Dengan kandungan, unsur hara makro lengkap seperti Nitrogen (N), P2O5 atau Fosfat (P), dan Kalium (K2O) dengan kadar masing-masing 15%.

Selain itu juga terdapat unsur hara mikro seperti Sulfur (S) 9% dan Zinc atau Seng (Zn) sebesar 2.000 part per million(ppm) Penambahan unsur hara mikro Seng inilah yang membedakan NPK Phonska Plus dengan NPK Phonska bersubsidi biasa.

Bahkan, sambung Fahmi, sebagai salah satu unsur hara mikro esensial bagi tanaman, Seng bermanfaat dalam memaksimalkan penyerapan unsur hara makro N, P, dan K. Seng pun berfungsi mendukung pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji atau buah, dan bisa memperkuat daya tahan tanaman terhadap hama serta penyakit.

“Kekurangan Seng akan berdampak pada kekerdilan tanaman, daun mengecil, ketegaran tanaman berkurang, serta ukuran bulir atau buah akan kecil. Untuk itu dengan Phonska Plus hal itu akan memaksimalkan lahan yang ada dengan hasil panen luar biasa,” paparnya. (Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan