Syamsul Menilai Produksi Pelaku UMKM di Jabar Penting Mendukung Petumbuhan Ekonomi Kuat

BANDUNG, LJ – Sejak pandemi covid-19, dua tahun silam dan hingga kini belum usai, para pelaku ekonomi terutama pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengalami dampak yang sangat luar biasa.

Ada ratusan bahkan ribuan pelaku UMKM Indonesia termasuk juga di Jabar terpaksa gulung tikar, tetapi tidak sedikit juga yang mampu bertahan dan menjadi bantalan perekonomian Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi II DPRD Jabar H. Syamsul Bachri, SH, MBA dari Fraksi DPI Perjuangan kepada awak media di Bandung kemarin.

Menurutnya, mampu bertahannya pelaku UMKM karena memiliki ketekunan dan ide-ide kratif yang terus dikembangkan dalam berbagai inovasi. Bahkan, ditahun 2022 ini para pelaku UMKM sudah menggeliatkan ekonomi masyarakat.

Jadi, sambungnya, karya dan produksi pelaku UMKM di Jawa Barat menjadi penting dalam mendukung stabilitas dan petumbuhan ekonomi yang kuat dan inklusif. Bahkan UMKM dapat lebih cepat tumbuh kembali daripada usaha–usaha berskala besar.

Dirinya memandang perlu karya dan produksi UMKM yang dilindungi. Namun, Syamsul menyayangkan, tingkat kesadaran pelaku UMKM untuk melindungi kekayaan intelektual masih rendah. Tidak sedikit ditemukan pelaku UMKM kurang memperhatikan aspek legalitas maupun regulasi. Untuk meningkatkan potensi ekonomi kreatif, ada banyak aspek yang perlu diperhatikan oleh pelaku UMKM. Diantaranya Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

“HKI itu sangan penting sekali bagi pelaku UMKM, memberi pelindungan Hak Kekayaan Intelektual produknya, baik itu merek, paten, hak cipta, maupun desain industri,” tuturnya.

Dikatakannya, HKI memiliki dua peranan penting, yaitu sebagai alat perlindungan dari barang atau jasa yang diproduksi, dan sebagai alat untuk optimalisasi bisnis UMKM dan industri kreatif.

Syamsul juga menambahkan, bahwa perlindungan HKI dalam konteks bisnis ada tiga fase, yaitu perencanaan, produksi, dan pemasaran. Selain itu HKI juga dapat digunakan untuk dijadikan perlindungan hukum dan optimalisasi bisnis UMKM dan industri kreatif bagi para pelaku. (Red)