
BANDUNG, LINTAS JABAR – Musim kemarau 2026 diperkirakan menjadi salah satu periode yang patut diwaspadai. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino berpotensi bertahan hingga awal kuartal I 2027, dengan peluang mencapai kategori kuat.
Bersamaan dengan itu, terdapat potensi Indian Ocean Dipole (IOD) positif pada September hingga Desember 2026 yang diperkirakan memperparah kondisi kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia.
Musim kemarau panjang tahun 2026 ini pun menyebabkan krisis air bersih dan kekeringan meluas di berbagai wilayah Indonesia, termasuk sekitar 1.196.815 warga terdampak di Jawa Barat khususnya terjadi di Kota Bandung.
Kesulitan air bersih salah satunya diakibatkan dampak musim kemarau dimana pasokan debit air baku termasuk air permukaan minim dan menurun, karenanya menyikapi hal itu, Perumda Tirtawening Kota Bandung telah menyiapkan sebanyak 19 unit tangki terdiri dari 15 unit mobil tangki kapasitas 5.000 liter ditambah 4 unit mobil tangki kapasitas 2.000 liter seperti Hidran Umum (HU) standby setiap hari untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga kota Bandung baik pelanggan ataupun bukan pelanggan Perumda.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama Perumda Tirtawening Kota Bandung Rizky Mediantoro kepada awak media di Bandung Kamis, 22 Oktober 2026.
“Kami Perumda Tirtawening Kota Bandung mengucapkan permohonan maaf terlebih dahulu kepada pelanggan-pelanggan yang saat ini mungkin mendapatkan kualitas pelayanan yang masih jauh dari harapan. Penurunan itu setelah kami hitung terjadi hingga40% atau sekitar 500 liter per detik, kemarau ini sangat berpengaruh dan terasa ke kualitas pelanggan. Ketika debit air berkurang meski sebetulnya fluktuatif. Namun memang saat hujan pasokannya cukup,” ujar Rizky.
Selain kamarau juga ada kendala teknis khususnya jaringan pertumbuhan menuju pelanggan. Namun kendala-kendala tersebut kata dia, bisa ditanggapi dan ditangani dengan baik, cepat serta tepat salah satu solusinya dengan memusatkan pengaduan.
Dengan demikian, sambungnya, pelanggan dapat mengetahui dan merasakan kapan air ini akan kembali mengalir.
“Per tanggal 20 Agustus – 20 Oktober, kami sudah menyelesaikan untuk pengaduan itu terpusat. Pengaduan wilayah itu kami tarik ke pusat untuk ditangani dan ditanggapi oleh tim yang dari Badak Singa. Call Center ini juga nanti bisa menjadi saluran atau kanal untuk teman-teman pelanggan, bilamana tidak hanya masalah teknis saja tetapi juga menyiapkan solusi untuk mengirimkan mobil tangki kepada pelanggan,” tuturnya.
Masih kata Rizky untuk wilayah pelayanan ada di 6 wilayah dan itu sudah ter-cover oleh 19 unit mobil tangki tersebut. Disamping itu, pihaknya pun akan menyiapkan penambahan lagi sekitar 5 unit mobil tangki untuk kapasitas 2.000 liter.
Prosedur Permintaan Mobil Tangki
Lanjut dia, prosedur permintaan mobil tangki itu atas aduan pelanggan, pertama secara komplimen (sarana pelengkap kewajiban utama) karena memang itu bentuk tanggung jawab perusahaan.
“Imbas dari kemarau belum bisa memenuhi kebutuhan air ke pelanggan secara kontinyu, kalau komplimen waktunya menunggu,” tandasnya.
Kedua, mobil tangki air bersih bagi pelanggan ataupun non pelanggan yang sifatnya membeli bisa langsung datang tanpa menunggu dengan catatan minimal 10 orang.
“Jadi secara operasional kami siap memenuhi kebutuhan untuk 171.000 pelanggan di Kota Bandung. Yang mungkin sebagian besar sedang terkawal. Warga bisa menghubungi ke Call center terpusat ini di nomor 0811.2020.0202,” imbuhnya.
Masih kata Rizky, perumda Tirtawening pun merupakan satuan tugas kekeringan atau kemarau dari Pemerintah Kota. Sehingga permasalahan kebutuhan air bersih ini terus dilakukan secara parsial.
Sementara terkait penagihan ke pelanggan kata Rizky tetap berlaku sesuai pengambilan atau kubikasi perbulan pelanggan. Namun jika selama kekeringan ini para pelanggan tidak bisa mendapat aliran air bersih maka biaya dikenakan hanya abodemen saja. (San)












