Tekan Covid-19, Arif Himbau Masyarakat Tetap Disiplin Terapkan Prokes

  • Bagikan

[lintasjabar tkp] Hingga saat ini, vaksin Covid-19 masih dalam tahap persiapan dan kasus infeksi virus Corona pun masih terus meningkat. Untuk mengantisipasi terhadap situasi ini, perlu secara disiplin menerapkan protokol kesehatan, baik di luar atau di dalam rumah guna melindungi pihak keluarga.

Adaptasi kebiasaan baru atau AKB memang memperbolehkan setiap orang melakukan aktivitas seperti biasa. Sayangnya, masih banyak orang yang abai dan tidak melakukan protokol kesehatan, padahal pandemi Covid-19 belum usai.

Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat, H. Arif Hamid Rahman, SH

Hal itu diungkapkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat, H. Arif Hamid Rahman, SH melihat masih belum menurunnya angka pasien terkonfirmasi dan sebaran virus corona khususnya di Kota Bandung.

Bahkan, sambungnya, terbukti saat ini beberapa rumah sakit masih dipenuhi oleh pasien infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan ini. Alhasil, beberapa kota pun termasuk Kota Bandung mulai memperketat kembali peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Angka kasus terkonfirmasi Covid-19 hingga saat ini terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan, terlebih pasien tanpa gejala. Maka itu diharap masyarakat pun terus dihimbau untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan melakukan 3 M yakni memakai masker, mencuci tangan serta menjaga jarak untuk menekan dan memutus rantai penyebaran Covid-19,” ujar Arif saat dihubungi melalui pesan Whatsappnya, Kamis (10/12/2020).

[xyz-ips snippet=”bacajuga”]

Dikatakannya, Kementerian Kesehatan membuat sebuah protokol kesehatan sebagai solusinya. Protokol kesehatan adalah aturan dan ketentuan yang perlu diikuti oleh segala pihak agar dapat beraktivitas secara aman pada saat pandemi Covid-19 ini.

Protokol kesehatan dibentuk dengan tujuan agar masyarakat tetap dapat beraktivitas secara aman dan tidak membahayakan keamanan atau kesehatan orang lain.

“Jika masyarakat dapat mengikuti segala aturan yang tertera di dalam protokol kesehatan, maka penularan Covid-19 dapat diminimalisir. Rantai penyebaran Virus Corona harus segera dihentikan. Tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, masyarakat juga berperan aktif untuk menghentikan transmisi Virus Corona,” tegas anggota Komisi I dari Fraksi Gerindra ini.

Menurut sumber, sambungnya, Protokol Kesehatan Covid-19 yang utama adalah menjaga jarak dengan orang lain, mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, serta menggunakan masker. Bahkan mengutip dari akun Twitter resmi milik WHO (@WHO), penggunaan masker sebagai Protokol Kesehatan Covid-19 cukup efektif untuk mencegah transmisi Virus Corona hanya jika masker dipakai dengan cara yang benar.

Sementara itu, Satuan Gugus Tugas (Satgas), penanggulangan dan penanganan Covid-19 Kota Bandung, kini terus berupaya menambah ruangan untuk isolasi yang terkena Covid-19. Hal itu, merupakan langkah antisipatif jika terjadi peningkatan kasus Covid-19 di Kota Bandung.

[xyz-ips snippet=”bacajuga”]

Ketua Satgas Covid-19 Kota Bandung, Oded M. Danial mengatakan, penambahan ruang isolasi juga mengingat tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit di Kota Bandung sudah mencapai 92 persen. Khusus di rumah sakit rujukan, lebih cepat terisi karena turut menampung pasien dari luar Kota Bandung.

“Terisi 92 persen ini bukan warga Kota Bandung semuanya. Itu sebagai konsekuensi ibu Kota Provinsi, beban Kota Bandung cukup banyak. Kalau masyarakat kita saja pasti banyak yang kosong,” ungkap Oded di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (10/12/2020).

Kondisi seperti itu, diperkuat oleh Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna. Data dari rumah sakit rujukan, sebagian tempat tidurnya dipakai untuk pasien Corona dari luar Kota Bandung. Tercatat warga Kota Bandung yang dirawat di rumak sakit rujukan ini sekitar 58 persen.

Dikatakan Ema, saat ini rumah sakit rujukan juga terus didorong untuk menyediakan tempat tidur tambahan. Tercatat, tingkat keterisian sudah mencapai di angka 92 persen dari sekitar 900 tempat tidur yang tersedia. Dari sekitar 92 persen, penduduk Kota Bandungnya 58 koma sekian persen. Sisanya 41 koma sekian persen juga itu dari luar. (Adv/Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan