Walikota Tinjau Mess Persib

  • Bagikan

BANDUNG (LJ),-  Wali Kota Bandung Ridwan Kamil didampingi Kepala Dinas Sosial Siti Masnun, Dirut PD Pasar Cece H. Iskandar, meninjau mess Persib yang dijadikan tempat penampungan sementara bagi para gepeng (gelandangan-pengemis) dan anjal (anak-jalanan), di Jalan Ahmad Yani, Kamis (3/10).  Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat kesiapan dan kelayakan bagi anjal dan gepeng yang terkena razia.

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa mess Persib itu biasanya digunakan atlet pada saat turnamen. Tetapi karena pada saat ini tidak ada kegiatan maka bisa digunakan sementara untuk menampung anjal dan gepeng.

“Mumpung tidak ada turnamen, kita gunakan untuk menampung sementara anjal dan gepeng tersebut,” jelasnya.

Dari beberapa kali razia, tercatat sekitar 50 anjal dan gepeng yang menempati mess persib tersebut. Dari beberapa anjal dan gepeng yang sudah menempati mess tersebut, menurut Wali Kota Bandung, sebagian besar sudah di pekerjakan sebagai petugas kebersihan.

Wali Kota juga mengatakan bahwa apabila nantinya gepeng dan anjal tersebut kembali ke jalan, akan ada tindakan yang lebih keras lagi.  “Sekarang setiap dilakukan razia, biasanya dinsos melakukan pendataan, baik itu nama, alamat dan asalnya, dan untuk saat ini ditambah dengan dilakukan pemotretan agar lebih terdata lagi,” ungkapnya.

Sementara itu menurut Cece H. Iskandar dari gepeng dan anjal yang sudah menempati mess, hanya sebagian yang mengikuti keinginan Pemerintah Kota Bandung untuk menjadi petugas kebersihan.

Menurut Cece, mereka yang menjadi petugas kebersihan, akan diberi gaji Rp. 40.000, /hari. Dan bekerja pad shif dua. “Petugas kebersihan ini nantinya disebar ke perempatan-perempatan, dua orang masing-masing titik yaitu di Cicaheum, Cicadas, Simpang Lima, Supratman-Ahmad Yani, Pasar Kosambi, LLRE Martadinata-Ahmad Yani. Dam Gatot Subroto-Kiara Condong,” jelasnya.

“Anggaran gaji sudah dialokasikan sejak awal oleh perusahaan. Sehingga, meskipun program mempekerjakan gepeng terbilang baru, tak perlu meminjam anggaran dari pos lain,” pungkasnya. (gempa)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan