7 Pasangan Pengantin Ikuti Nikah Massal Dhuafa

  • Bagikan

BANDUNG (Lintasjabar.com),- Menjelang bulan suci Ramadhan 1432H/2011, umat islam Kota Bandung yang tergabung dalam Komunitas Mimbar Hiburan Amal bagi Dhuafa (MHBD) kembali menggelar bhakti sosial yang ke-22 kali di Pendopo Jalan Dalem Kaum Bandung, Rabu (5-9/07).

Selain menyelenggarakan nikah massal bagi 7 pasangan pengantin dhuafa, serta pemberian infaq, shadaqoh dan zakat, dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Bandung, Dada Rosada, menjadi saksi akad nikah pasangan Tuna Netra, Amir Hamzah dan Ema Yanti.

Dada memberikan ucapan selamat kepada tujuh pasangan nikah masal, “Kami atas nama Pemerintah Kota Bandung mengucapkan selamat, semoga menjadi pasangan Sakinah Mawadah Wa Rahmah, menghasilan keturunan yang baik, tahun ini tujuh pasangan, mudah-mudahan tahun depan lebih banyak dan lebih meriah lagi” katanya.

Hal senada diungkapkan kepala Kantor Urusan agama (KUA) kecamatan Regol, Drs.Saefuloh, M.Ag, “KUA bekerjasama dengan Pemerintah Kota menjelang Ramadhan melaksanakan kegiatan sosial keagamaan Nikah Masal bagi kaum Dhuafa yang secara finansial tidak mampu melaksanakan pernikahan, tahun ini dinikahkan tujuh pasangan yang kebetulan kebanyakan tunanetra, dan bagi pasangan yang ingin menikah kami selalu siap membantu kelancaran administrasi dan surat nikah.” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Bandung bersama sembilan tokoh perduli kaum duafa lainnya menerima piagam penghargaan 2011 sebagai tokoh perduli duafa pendukung MHBD sejak 1990 dari penyelenggara.

“Ini adalah penghargaan tertinggi yang pernah saya terima karena yang memberikan Elan suherlan pengangkut sampah, dan Hani Tunarungu kelas 5 SD” katanya sangat antusias usai melakukan Ijab kabul pemberian infaq, shadaqoh dan zakat.

Penghargaan lainnya diberikan pada H.R. Herman Mulyana (alm) sebagai pemrakarsa MHBD, Hj.Martini Tirto sebagai tokoh perduli kaum duafa selama 30 tahun, Hj. Siti Machmud sebagai relawan dan motivator gerakan kemanusiaan, Sony Sugema tokoh pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, Nunuk Sumiati tokoh perduli penderita Talasemia, Bayem Sebelas, Kelompok Bhakti sosial Pengusaha serta Yayasan Kesejahteraan Sosial Arum Bandung. (Herdi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan