Arif Hamid Rahman: Bangun & Junjung Terus Semangat Nasionalisme

  • Bagikan

[lintasjabar tkp] Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan I meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi, H. Arif Hamid Rahman menggelar Citra Bhakti /Parlemen dalam sketsa kebangsaan terkait sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di RM. Nasi Liwet Cipagalo, Jl. Terusan Buah Batu No. 222, Kota Bandung, Senin, (30/11/2020).

Anggota DPRD Jawa Barat, H. Arif Hamid Rahman tengah sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan

Empat pilar kebangsaan sendiri merupakan empat hal tentang landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang terdiri dari landasan ideologi (Pancasila), konstitusi (UUD 1945), persatuan dan kesatuan (NKRI) serta semangat keberagaman sebagai modal sosial membangun kekuatan bangsa Indonesia (Bhinneka Tunggal Ika).

Pada kesempatan itu, Arif menyampaikan apa itu empat pilar dan tujuan dari kegiatan tersebut, salah satunya yaitu agar masyarakat lebih mengetahui sejarah indonesia, dan tentang nilai-nilai pancasila.


“Ya pada kesempatan ini saya ingin masyarakat bisa lebih mengerti nilai-nilai pancasila dan bisa lebih mencintai dan menghargai ideologi Pancasila yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

Anggota Komisi I ini pun berharap dengan adanya kegiatan ini masyarakat bisa mengerti nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dan bisa mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Sejatinya nilai paling mendasar yang terkandung dalam Pancasila adalah keluhuran martabat manusia, yakni kemanusiaan yang adil dan beradab. Secara singkat nilai-nilai luhur yang diperjuangkan dalam Pancasila yakni nilai religiusitas, kemanusiaan, demokrasi dan keadilan sosial yang menyangkut hidup bangsa,” papar legislator Fraksi Gerindra ini.

Dihadapan peserta yang hadir dari Pimpinan Daerah (PD) Himpunan Mahasiswa (HIMA) Persatuan Islam Kota Bandung, Arif mengutip ungkapan Presiden RI pertama, Ir. Soekarno yang menyatakan bahwa, Negara Republik Indonesia ini bukan milik sesuatu golongan, bukan milik sesuatu agama, bukan pula milik sesuatu suku, tetapi milik semua dari Sabang sampai Merauke.

Dirinya menilai, ungkapan Bung Karno tersebut sangat relevan untuk digelorakan setiap saat, terutama akhir-akhir ini, sadar atau tidak sadar, sedang berkembang primordialisme, dan radikalisme. Di samping itu, bangsa Indonesia dan dunia sedang manghadapi bencana kesehatan Covid-19.

[xyz-ips snippet=”bacajuga”]

Menurutnya, bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk yang terdiri dari berbagai suku, bahasa, agama, dan budaya. Disamping itu, penduduk Indonesia menyebar di ribuan pulau. Sambungnya, menurut data Kementerian Dalam Negeri yang tertulis dalam Buku Statistik Indonesia 2018, pada tahun 2017, Indonesia terdiri dari 16.056 pulau. Di satu sisi, keberagaman itu merupakan anugerah yang harus disyukuri kendati di sisi lain, terdapat risiko bawaan atau inherent risk yakni untuk tetap bisa menjaga kesatuan dan persatuan.

Kemerdekaan bangsa Indonesia, yang diproklamirkan oleh Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta, merupakan hasil perjuangan panjang dan penuh pengorbanan dari bangsa Indonesia.

“Maka dari itu saya sangat menekankan kepada semua termasuk para peserta disini, bangun dan junjung terus semangat nasionalisme, patriotisme serta berkaryalah untuk negeri ini. Semangat pemuda dahulu mencapai titik kulminasi pada saat Sumpah Pemuda tahun 1928, yang mengilhami lahirnya konsep bertanah air Indonesia, berbangsa Indonesia, dan berbahasa Indonesia. Hingga pada akhirnya ‘Sumpah Pemuda’ menandakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang kuat dan menjunjung tinggi nilai nasionalisme,” pungkasnya.

Diakhir acara, Arif mengucapkan selamat dan sukses kepada Ryan Hidayatulloh yang terpilih sebagai Ketua PD HIMA Persis Kota Bandung masa jihad 2020-2022, dengan harapan dapat mengemban amanah dengan sebaik-baiknya. (Ihsan/Adv)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan