Arif Hamid Rahman: Pelaksanaan Pilkada Harus Dipastikan Berjalan Sesuai Prokes

  • Bagikan
Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Arif Hamid Rahman, SH

[lintasjabar tkp] Dengan pertimbangan guna memberikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi warga negara untuk menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota secara serentak di beberapa provinsi dan kabupaten/kota, Pemerintah menetapkan hari pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tanggal 9 Desember 2020 sebagai hari libur.

[xyz-ips snippet=”bacajuga”]

Demikian penetapan itu tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2020, yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 27 November 2020.

“Menetapkan hari Rabu tanggal 9 Desember 2020 sebagai hari libur nasional dalam rangka pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota secara serentak,” bunyi diktum Kesatu Keppres tersebut.


Adapun pada diktum Kedua Keppres tersebut menyatakan, Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, yaitu 27 November 2020.

Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Arif Hamid Rahman, SH berharap pelaksanaan Pilkada termasuk Pemilihan Bupati (Pilbup) di Kabupaten Bandung berjalan lancar dan sukses.

Seperti diketahui, pelaksanaan Pilkada Kabupaten Bandung diikuti sebanyak 3 kandidat diantaranya pasangan nomor urut 1 Nia-Usman, nomor urut 2 Yena-Atep sedang nomor urut 3 Dadang-Sahrul.

[xyz-ips snippet=”bacajuga”]

Arif yang juga anggota Komisi I menilai, pelaksanaan pilkada pun harus dipastikan berjalan sesuai Protokol Kesehatan (Prokes) di tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Begitu pula, sambung Arif, kepada pihak-pihak terkait, seperti Bawaslu, TNI/Polri, dan Satgas Penanganan COVID-19 bersinergi pemantauan dan pelaksanaan jalannya Pilkada agar lebih terjamin keamanan kelancaran dan kesehatan warga yang hendak menggunakan hak pilihnya.

“Begitu pula diharap kepada KPU agar masyarakat pemilih tidak merasa khawatir untuk datang ke TPS, karena ada keterjaminan dari semua aspek, baik pengelolaan logistik yang dipakai dalam pemungutan suara di TPS, begitu pula selalu mengundahkan dan menerapkan secara ketat standar prokes di tiap TPS,” tutur legislator Fraksi Gerindra ini kepada lintasjabar.com Jumat (04/12/2020).

Pelaksanaan pilkada atau pemilihan bupati di Kabupaten Bandung, lanjutnya akan menarik banyak warga yang berkerumun pada satu titik TPS, untuk itu kepada petugas KPPS pun agar disiplin terhadap 3 M yakni memakai masker, mencuci tangan serta menjaga jarak.

“Terlebih pada saat terjadinya antrian warga yang akan menggunakan hak pilihnya. Biasanya terjadi kerumunan, dan itu haruslah kerap diingatkan dan diinformasikan demi kebaikan bersama,” tukasnya seraya menambahkan semoga Pilkada di Kabupaten Bandung berlangsung damai, kondusif dan lancar. (San/Adv)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan