Bersinergi Dengan Pemerintah, Katalia Ikut Andil Susun Protokol Kesehatan untuk Resepsi Pernikahan

  • Bagikan
Suasana audiensi Katalia bersama Kadisparbud Kabupaten Bandung

[lintasjabar tkp=”KAB. BANDUNG”] Dampak pandemi Coronavirus Desease (Covid) 19 membuat beberapa sektor informal seperti bidang usaha dan jasa mengalami lonjakan penurunan, tidak terkecuali pada bidang usaha wedding organizer atau pernikahan.

Sejak virus corona mewabah di awal Maret 2020, semua pekerjaan wedding nyaris dibatalkan.

Pemerintah serta kepolisian memberhentikan izin keramaian, dan melarang membuat keramaian termasuk membuat pesta pernikahan demi menekan penyebaran virus menular tersebut.


Walhasil, tidak sedikit pekerja seni bidang industri wedding atau pernikahan kesulitan mengembangkan bisnisnya, malah dengan situasi tersebut seolah mati suri karena tidak bisa berjalan selama pandemi ini. Banyak acara terpaksa ditunda atau bahkan dibatalkan, malah prosesi pernikahan banyak dilangsungkan secara sederhana tanpa adanya resepsi pernikahan pada umumnya.

Namun belakangan, pelaku usaha wedding atau pernikahan kini tengah mendapat angin segar setelah dilakukan upaya komunikasi dengan pihak pemerintah.

Belum lama ini Bupati Bandung, Dadang M Naser, SH, S.Ip mengabarkan bahwa acara-acara resepsi pernikahan akan kembali diizinkan, hal tersebut dapat dilaksanakan dengan mengedepankan Protokol Kesehatan maksimum.

[xyz-ips snippet=”bacajuga”]

Menindaklanjuti kabar tersebut, Asosiasi Ahli Rias Pengantin Modifikasi/modern Indonesia Katalia Kabupaten Bandung sebagai salah satu organisasi yang menjadi mewadahi perias di wilayah Kab Bandung kemudian melakukan audiensi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bandung, Senin (8/6/2020).

Ketua Katalia Kabupaten Bandung, Mey Delislela Haryati, S.Pdi yang merupakan pemilik Mey Wedding juga saat itu menggandeng Asosiasi Pengusaha Dekor Indonesia (Aspedi). Selain itu, tampak hadir beberapa pengurus diantaranya Lestari Wedding Majalaya, Aqila Wedding Margahayu, Nuy Griya Wedding Pangalengan, Dwi Salon Ciwidey, Holly Wedding Baleendah, Bungsu Lokasetra Radio Dalam, Yantikusuma Kauwinhouse Wedding Cigondewah, Linda Wedding Katapang, juga Neng Fitri Salon Soreang.

Pada pertemuan tersebut, Kadisparbud, H. Yosef Nugraha, SH, M.Si merespons baik bahkan bersama Katalia kemudian bersinergi merumuskan protokol keselamatan dan kesehatan untuk masa AKB (adaptasi kebiasaan baru).

Disampaikan Yosef, protokol keselamatan dan kesehatan akan ditetapkan, selanjutnya akan dilakukan edukasi serta simulasi terlebih dahulu sebelum kemudian turun Surat Edaran (SE) Bupati Bandung yang mengatur ketentuan baik tentang protap maupun waktu diperbolehkannya kembali aktivitas resepsi pernikahan di masyarakat.

Menurutnya, di masa AKB diprediksi berbagai tatanan hidup di masyarakat akan turut merubah kebiasaan yang lazim dilakukan sebelum terjadinya pandemi, begitu juga di industri pernikahan.

Sementara itu, Mey Delislela Haryati, S.Pdi sebagai Ketua Katalia berharap agar masyarakat pun bisa sama-sama bekerjasama dengan para pelaku usaha di bidang pernikahan. Hal ini, sambungnya, menyangkut pelaksanaan resepsi yang dinilainya akan berdampak pada sisi pembiayaan.

Berfoto bersama usai melaksanakan audiensi (FOTO ISTIMEWA)

“Kami dari pihak pelaku bisnis wedding mengharap permohonan maklum pada masyarakat karena beberapa kendala yang akan mungkin terjadi adalah dari sisi biaya. Karena efek dari penerapan sosial distancing akan merubah area venue atau tempat menjadi harus lebih luas, sebab harus ada jaga jarak. Begitu pula dalam menerapkan SOP peralatan makeup yang steril sehingga alat-alat makeup akan digunakan untuk sekali pakai, disamping pemeliharaan alat-alat yang lebih intens dari biasanya. Sehingga tentunya itu akan menambah anggaran dan mungkin ada kenaikan biaya pernikahan. Karena pernikahan yang aman dan sehat tentunya menjadi impian kita semua,” jelas Teh Mey sapaan akrab Ketua Katalia Kabupaten Bandung ini. 

Diakuinya, pihaknya menginisiasi untuk mengetuk pintu pemerintah selain agar usaha bidang tata rias bisa berjalan kembali seperti biasa juga agar masyarakat kembali dapat melaksanakan resepsi pernikahan walau dalam situasi AKB.

Pada kesempatan itu juga, Mey mengimbau kepada seluruh perias di Kab.Bandung begitu pula vendor terkait di dalamnya untuk mematuhi protokol keselamatan dan kesehatan Covid-19 yang seyogyanya akan segera ditetapkan oleh Pemerintah nanti. Dirinya mengajak untuk beradaptasi dengan AKB Covid 19 sehingga roda ekonomi bisa berjalan seperti biasanya.

Jaring Pengaman Ekonomi ala Katalia

Sebelumnya, Katalia Kabupaten Bandung selama masa pandemi Covid-19 ini terus menerus membuat jaring pengaman ekonomi untuk anggota-anggotanya yang jelas sangat merasakan dampaknya. Dengan tidak berjalannya bisnis wedding, maka berimbas pada faktor ekonomi dan penghasilannya padahal kebutuhan hidup keluarga harus terus diperjuangkan.

Beberapa program Jaring Pengamanan Ekonomi yang sudah dilaksanakan pihak Katalia diantaranya pembagian bingkisan sembako, hingga kini sudah kali ketiga dilaksanakan pendistribusian sembako.

[xyz-ips snippet=”bacajuga”]

Disamping itu, mengoptimalkan Koperasi Katalia untuk kebutuhan keuangannya melalui simpan pinjam koprasi, dana sosial serta hal lainnya.

Tidak sampai disitu, Katalia Kabupaten Bandung juga berupaya menguatkan kejiwaan anggota-anggotanya dengan menanamkan nilai-nilai ketakwaan dengan rutin mengadakan Tadarus Online setiap harinya. (San)

  • Bagikan

Respon (1)

  1. Semoga menjadi aspirasi masa depan yg sangat menggembirakan dibidang pernikahan ibu ketua kita adalah wujud dari perjuangan yg tak kenal lelah …..dan istiqomah dalam memperjuangkan nasib industri pernikahan khususnya di kab bandung semangat

Tinggalkan Balasan