Gubernur Jabar-Menteri PU Sepakat Percepat Pembangunan 3 Ruas Tol

  • Bagikan

JAKARTA (Lintasjabar.com),- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto menandatangani  Kesepakatan Bersama dalam rangka Pendanaan Pengadaan Tanah Jalan Tol Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR), Cileunyi-Sumedang-Dawuan (CISUMDAWU) dan Soreang-Pasir Koja (SOROJA) di  Ruang Rapat Utama Kementrian PU, Jakarta Selatan, Selasa (28/12) sore. Untuk melaksanakan pengadaan tanah tersebut Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunjuk BUMD PT Jasa Sarana. Kelak biaya yang telah dikeluarkan untuk pengadaan tanah akan diperhitungkan sebagai penyertaan pada Badan Usaha jalan Tol pemenang lelang.

Menurut Djoko kesepakatan ini merupakan terobosan dalam upaya mempercepat akselerasi pembangunan jalan tol, mengingat hal yang paling krusial dalam pembangunan jalan tol adalah pengadaan tanah. Apalagi keterlambatan pengadaan tanah akan menyebabkan pembengkakan biaya. Selain itu pengadaan tanah untuk jalan tol sering terkendala dengan masalah-masalah teknis dan sosial.  Penandatanganan Kesepakatan tersebut dihadiri Wakil Menteri PU, Sekjen PU, Dirjen Bina Marga, Dirjen Sumber Daya Air, Kepala BPJT, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Kepala BAPEDA Provinsi Jawa Barat serta jajaran Direksi Badan usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Barat PT Jasa Sarana.

Terkait dengan pendanaan bagi pengadaan tanah, Heryawan menyatakan pendanaan pengadaan tanah, pihaknya menunjuk BUMD Pemerintah Provinsi Jawa Barat, PT Jasa Sarana, untuk melakukan pengadaan tanah dengan cara pendanaan mandiri. Sedangkan untuk lahan yang semula menjadi tanggung jawan Pemerintah Pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dan belum dibebaskan juga akan diambilalih oleh BUMD dan sebagai penyertaan modal.”Terobosan  ini mendorong percepatan pembangunan jalan tol di Jawa Barat, selain itu pembangunan jalan tol BIUTR diharapkan dapat mengatasi atau setidaknya mengurangi kemacetan di Kota Bandung,” ujarnya.

Menurut Direktur Utama PT Jasa Sarana Soko Sandibuono pendanaan pengadaan tanah tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan 3 proyek strategis Jalan Tol di Jawa Barat, yakni: Jalan Tol BIUTR sepanjang 27,3 km dari akses Pasupati-Underpass hingga Gede Bage; Jalan Tol Cisumdawu sepanjang 60,1 km; dan Jalan Tol Soroja sepanjang 10,57 km. Pembangunan Jalan Tol BIUTR, Cisumdawu dan Soroja mempunyai nilai strategis bagi Pembangunan Nasional, khususnya Pembangunan Regional Jawa Barat.

Rencana pengadaan tanah untuk BIUTR tahap I akan dilaksanakan pada semester I tahun 2011, yang pembayarannya akan dimulai pada semester 2 tahun 2011 sampai akhir tahun 2012. Untuk CISUMDAWU, pengadaan tanah seksi II akan dilakukan terlebih dahulu, untuk menyesuaikan dengan rencana pembangunan konstruksi oleh Departemen Pekerjaan Umum. (Ihsan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan