Legislator Gerindra: Kearifan Lokal Perlu Untuk Tetap Dijaga

  • Bagikan

BANDUNG, LJ – Anggota DPRD Jawa Barat, H. Arif Hamid Rahman, SH menilai Kota Bandung sebagai salah satu kota yang relatif kondusif dengan segala dinamika permasalahannya. Sebab Bandung pun adalah kota urban dan juga merupakan kota kreatif dimana banyak seniman dan kreatif dari Bandung.

“Kreatifitas warga Bandung terlihat dari bermunculannya aktris maupun seniman kelas papan atas yang berlatar dan berasal dari Kota Kembang. Namun demikian, upaya  dalam menjaga kearifan lokal di Kota Bandung ini perlu untuk tetap dijaga,” ujar Mantan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Bandung ini kepada Lintasjabar.com di kediamannya di wilayah Terusan Buahbatu Bandung, Rabu (22/01/2020).

H. Arif Hamid Rahman, SH

Arif Hamid Rahman yang juga merupakan Ketua Paguron Pencak Silat Panglipur Puseur Bumi menilai dengan mempertahankan dan menjaga budaya dan seni luhur yang ada di masyarakat, maka dapat menghadapi dan menantang perkembangan zaman. Namun tetap menjaga dan memiliki karakter yang khas sebagai warga Kota Bandung.

Bukan hanya itu, anggota Komisi I ini pun menyebut, semangat kolaborasi antara pemerintah kota dengan masyarakat akan dapat mewujudkan Kota Bandung yang sejahtera dan berkeadilan sehingga mampu untuk melakukan penguatan ekonomi berbasis kerakyatan. Dimana dapat ditandai dengan masyarakat yang mandiri dan kreatif.

Diterangkan Haji Arif sapaan akrabnya, dulu keberadaan pencak silat masuk ke dalam kurikulum pendidikan, namun pencak silat yang dipertandingkan dalam Sea Games sejak tahun 1987 kini sama sekali tidak masuk dalam kurikulum.

“Pencak silat sekarang tidak masuk dalam kurikulum pendidikan, bahkan prestasi dalam pencak silat juga kurang mendapat apresiasi sehingga anak yang berprestasi di bidang ini tidak mudah masuk melalui jalur PPDB,” ujarnya menyayangkan.

Pria kelahiran Bandung, 16 Juni 1975 ini mengakui bahwa dirinya sendiri berasal dari lingkungan pencak silat, bahkan hingga kini dirinya membina Paguron Pencak Silat Panglipur Puseur Bumi. Maka dari itu jiwa serta pengabdiannya tidak bisa lepas dari seni bela diri tatar sunda ini.

Di tingkat nasional, lanjutnya, melalui seni olahraga pencak silat justru menjadi salah satu alat pemersatu nusantara, bahkan pencak silat kerap mengharumkan nama bangsa, dan menjadi identitas bangsa.

Disamping seni pencak silat, diakui legislator Partai Gerindra yang terpilih dari Dapil Jabar I meliputi Kota Bandung dan Kota Cimahi ini, sesungguhnya Kota Bandung adalah kota dunia. Predikat ini melekat erat karena Bandung memenuhi syarat dan punya potensi menjadi kota global, antara lain sarat bakat-bakat industri kreatif, punya banyak perguruan tinggi dengan reputasi baik, laboratorium terlengkap bagi langgam arsitektural art deco, spot wisata, dan sumber daya alam.

Diterangkannya, pada zaman pra sejarah manusia mengembangkan kemampuan beladiri sederhana untuk beradaptasi dengan alam. Termasuk menghadapi binatang buas. Kemudian berkembang seni bela diri pencak silat.

“Pencak merupakan gerak dasar beladiri yang terikat aturan dan digunakan untuk latihan, belajar, dan pertunjukan sedangkan silat pengertiannya gerak bela diri yang sempurna bersumber dari kerohanian. Digunakan untuk keselamatan, bertarung, atau mempertahankan diri,” ujarnya.

Di lain itu, lanjutnya, Pencak adalah gerak bela-serang yang teratur menurut sistem, waktu, tempat, dan iklim dengan menjaga kehormatan masing-masing secara kesatria tidak melukai perasaan. Ia ungkapkan seperti dalam kutipan dari O’ong Maryono dalam bukunya Pencak Silat, Merentang Waktu.

Jadi pencak menunjuk segi lahiriah sedangkan silat merupakan gerak bela-serang yang erat hubungannya dengan rohani. Sehingga menghidup suburkan naluri, menggerakkan hati nurani manusia, langsung menyerah kepada  Tuhan Yang Maha Esa,” urainya.

Menyikapi pengelolaan event wisata, termasuk dalam West Java Calendar of Event (CoE) and Festival 2020 yang dilaunching Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di di Grand Ballroom Trans Hotel Bandung, Rabu (22/1/2020), dirinya pun mengapresiasi sebab peran pariwisata dalam perekonomian negara sangat strategis.

Karena itu, bila CoE yang dilaunching Pemprov Jabar ini dikelola dengan baik, ia optimis pendapatan asli daerah (PAD) Jabar akan meningkat. Ditambahkan, sektor penjualan, hotel, dapat dimanfaatkan pariwisata dan seni budaya juga turut terdorong. Sehingga, potensi ini dapat menjadi daya tarik wisatawan datang ke Jawa Barat.

“Kami mensupport penuh, melakukan langkah koordinasi lintas bidang. Berkoordinasi dengan pemerintah desa misalnya. Dimanapun lokasinya dapat dijadikan lokasi wisata, selama pemerintah desa dan pihak terkait dapat bersinergi,” katanya.

Ke depan, pariwisata dapat menjadi primadona utama sektor pendapatan di Jabar, sekaligus menjaga lingkungan. (Adv/Red)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan