Monotarium TKI Indonesia-Arab Saudi Tak Ganggu Kerjasama Haji

  • Bagikan

BANDUNG (Lintasjabar.com),- Menteri Agama RI, Suryadarma Ali mengatakan,Kementerian Agama menjamin bahwa adanya moratorium penghentikan sementara tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Arab Saudi tidak akan menggangu urusan pelaksanaan pemberangkatan calon jamaah haji dari Indonesia.

“Pascamoratorium itu ya, TKI memang ada persoalan tetapi haji alhamdulillah tidak,” ujarnya kepada wartawan usai menggelar pertemuan dengan Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan di Gedung Sate Jalan Diponegoro no 22 Kota Bandung (27/6).

Lebih lanjut dikatakan Suryadarma Ali, Monotarim TKI Indonesia-Arab Saudi tidak menggangggu kerjasam haji. Kerjasama haji, tetap ada dalam keadaan aman serta pelayanan haji dari Arab Saudi optimis akan tetap aman, dimana untuk tahun 2010 saja,  jumlah Jamaah Haji Asal Indonesia yang mencapai 235.000 orang, proses pembuatan visanya dapat selesai dalam hitungan waktu 1 bulan.

“Saya minta dipisahkan soal TKI dan haji. Jadi, jangan sampai kita membawa persoalan ke suatu tempat terus kita tarik ke tempat lain persoalan tersebut,” kata Suryadharma Ali. Seraya menegaskan, hingga saat ini hubungan antara pemerintah Indonesia dengan Arab Saudi untuk urusan ibadah haji sangat baik.

“Sangat baik untuk urusan haji, sangat baik itu bisa dilihat dari pembuatan visa. 235 ribu jamaah haji tahun lalu, visanya selesai dalam satu bulan. Bahkan untuk tahun ini ada peningkatan kualitas pelayanan haji yang diberikan kepada pemerintah Indonesia,” terangnya.

Kualitas layanan terutama dalam penempatan jamaah haji di tempat-tempat ibadah kualitasnya terus naik. Di tahun 2009, di Masjid Mekah Jamaah yang ditempatkan di ring I sebanyak 27% dan 73% ditempatkan di ring II. Di tahun 2010, penempatan jamaah di ring II telah berkurang menjadi 63% dan di ring I menjadi 37%.

“Di Masjid Madinah, di tahun 2009 jamaah haji di ring I mencapai 73% dan di tahun 2010 meningkat menjadi 95%. Selanjutnya, untuk tahun 2011 untuk Masjid Mekah ditargetkan jamaah haji yang bisa ditempatkan di ring I ditargetkan dapat mencapai minimal 80%, sekarang  saja terdata mencapai 96% serta untuk penempatan di Mekah ditargetkan dapat mencapai 100%,” tuturnya.

Suryadarma Ali, menambahkan untuk kuota haji masih didasarkan atas perhitungan kuota dasar. Untuk tahun 2011, jumlah jamaah yang akan berangkat sebanyak 211.000, dengan rinciannya Haji regular sebanyak 194.000 orang dan 17.000 orang untuk Haji khusus. Untuk jumlah kuota haji, pemerintah sudah mengajukan kuota tambahan. Jumlahnya 27.000 orang. Dengan kondisi seperti itu, dirinya berharap agar urusan haji dan persoalan moratorium TKI ke Arab Saudi dipisahkan.

Di Mekah, sambung Menag, di Ring I yang jaraknya 2 kilometer dari Masjidilharam baru 27 persen pada tahun 2010 sudah 63 persen. Sedangkan di Ring II yang 2000 meter sampai 7,5 kilometer jadi 4 kilometer. Selain itu, hubungan Kementerian Agama dengan pemerintah Arab Saudi juga masih terjalin dengan baik hingga saat ini seperti di bidang pendidikan dan pengembangan Al-Quran.

Sementara itu, Gubernur Jabar, H. Ahmad Heryawan menambahkan kuota haji dari Jabar ada sedikit penyempurnaan. Namun, basis kuota masih ada di Kabupaten/Kota. Kuota haji diyakini tak ada gejolak, karena telah ada kerjasama antara BPIH dengan Kabupaten/Kota. Penempatan kouta haji, dibuat daftar tunggu dalam rentang waktu 4 sampai 5 tahun. Proses daftar tunggu telah disetujui para Jamaah. Untuk jumlah yang berangkat tahun ini dari Jabar 37.000 orang. (Ihsan)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan