Pesta Buku 2011 Buku Sebagai Asupan Gizi Intelektual

  • Bagikan

BANDUNG (Lintasjabar.com),- Meningkatnya budaya baca identik dengan percepatan  penguasaan iptek, pengembangan kehidupan sosial, ekonomi, lingkungan, seni budaya, dan berbagai bidang kehidupan lainnya, dengan memposisikan buku sebagai kendaraan yang membawa pembaca menjelajahi indahnya kehidupan. Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Bandung, Dada Rosada pada saat pembukaan pesta buku 2011 di gedung Landmark, Jalan Braga, Rabu (09/02), yang diikuti 100 stand peserta pameran dan berakhir 15 Februari.

“Semoga dengan adanya pameran ini mampu merangsang peningkatan kebiasaan membaca dan menjadikan buku sebagai asupan gizi intelektual, guna menopang terciptanya SDM yang berkualitas, berdaya saing, dan berbudi pekerti,” Ujar Wali Kota Bandung.

Lebih lanjut dikatakannya, pemenuhan kebutuhan intelektual akan dinilai sama pentingnya dengan pemenuhan kebutuhan pangan, sandang dan papan. “Oleh karena itu saya sangat mengapresiasi pesta buku 2011, saya juga akan terus mendorong peningkatan minat baca melalui pengembangan taman bacaan, perpustakaan keliling, perpustakaan di setiap kelurahan, sekolah-sekolah dan perpustakaan umum,” jelasnya.

Dada juga berharap pesta buku tahun ini dapat tampil lebih baik, dan lebih semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sehingga acara tersebut bukan sekedar pemenuhan agenda rutin tahunan, tetapi juga sebagai ikhtiar bersama untuk mendorong peningkatan minat baca bersama.

Sementara itu menurut Ketua IKAPI (Ikatan Penerbit Indonesia) Jawa Barat, Drs. H. Anwaruddin, kegiatan pameran buku tersebut merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh IKAPI Jabar dan Pemkot Bandung dan setiap tahun diselenggarakan tiga kali.

Kegiatan tersebut menurutnya merupakan upaya untuk mendekatkan buku kepada masyarakat, meskipun banyak tudingan miring dengan mahalnya harga buku. “minimal ada dua hal yang berpengaruh terhadap harga buku, yaitu pengarang dan bahan baku,” ujarnya.

Anwarudin, berharap kepada pemerintah dalam kebijakannya terhadap bahan baku buku yaitu kertas, agar dapat menghapus PPN kertas, sehingga nantinya buku menjadi murah. Ketua Ikapi juga mempertanyakan apresiasi terhadap pengarang buku, karena sampai saat ini, honor untuk mereka dinilai masih kecil.

Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan IKAPI Award kepada pengarang cerita Sunda, Yat R, yang salah satu ceritanya sempat menjadi hit di radio-radio  “Si Rawing”. Penghargaan diserahkan oleh Wali Kota Bandung didampingi ketua IKAPI Jabar. Yat R. Mendapat piagam dan uang kadeudeuh. (Herdi)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan