
KAB. BANDUNG, LINTAS JABAR – PLN UP2B Jawa Barat meresmikan rumah pompa listrik untuk mendukung pengairan lahan pertanian di Desa Mekarsari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu, 26 Agustus 2026.
Fasilitas tersebut dilengkapi pipanisasi sepanjang 300 meter dan daya listrik baru sebesar 33.000 VA untuk membantu pengairan sekitar 25 hektare sawah.
Dari Diesel Beralih ke Pompa Listrik
Manager PLN UP2B Jawa Barat Santo Kardono mengatakan, peresmian rumah pompa menjadi rangkaian akhir pelaksanaan program TJSL di Desa Mekarsari.
“Pada siang hari ini Alhamdulillah kita bisa berkumpul untuk secara simbolis melakukan seremonial gunting pita. Ini merupakan rangkaian terakhir dari seluruh agenda program TJSL PLN UP2B Jawa Barat,” kata Santo.
Menurutnya, manfaat langsung dari fasilitas tersebut adalah peralihan sistem pengairan dari pompa berbahan bakar diesel menjadi pompa listrik.
“Manfaat secara langsung dari program ini adalah kami mengganti pompa yang sebelumnya menggunakan diesel menjadi pompa listrik. Ini merupakan salah satu wujud PLN sebagai enabler program clean energy untuk mendukung pengurangan emisi ke udara,” ujarnya.
Selain mendukung penggunaan energi yang lebih bersih, keberadaan pompa listrik diharapkan membantu petani mengatasi kekurangan air, terutama saat musim kemarau, sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Santo menjelaskan, Desa Mekarsari dipilih setelah melalui proses survei dan dinilai memenuhi kriteria keberlanjutan program.
“Berdasarkan survei kami, desa ini bisa kami bantu dan memenuhi kriteria. Salah satunya sustainability. Luasan sawah di sini juga cukup luas sehingga harapan kami dampaknya bisa lebih besar kepada masyarakat,” katanya.
PLN Tetap Lakukan Pemantauan
Meski fasilitas telah diserahkan untuk dimanfaatkan masyarakat, PLN UP2B Jawa Barat tetap akan melakukan pemantauan.
“Kami terus memonitor apakah nanti ada kendala-kendala yang muncul, termasuk usulan-usulan baru yang ke depan bisa kami tampung,” ujar Santo.
Menurutnya, monitoring juga menjadi bagian dari pertanggungjawaban pelaksanaan program TJSL serta memastikan fasilitas benar-benar memberi manfaat dalam jangka panjang.
Sementara itu, perwakilan Pemerintah Desa Mekarsari, Robi, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Ia berharap distribusi air dapat menjangkau lahan yang sebelumnya sulit memperoleh pasokan.
“Kami dari Pemerintah Desa Mekarsari mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada PLN dan jajarannya yang telah memberikan bantuan kepada masyarakat Desa Mekarsari, khususnya Kelompok Tani Harapan III,” kata Robi.
“Mudah-mudahan dengan adanya bantuan ini, lahan yang sebelumnya sulit terjangkau air nantinya bisa terairi dan kebutuhan air dapat tercukupi,” lanjutnya.

Petani Berharap Panen Tiga Kali
Ketua Kelompok Tani Harapan III, Abah Rukmana, mengatakan petani sebelumnya tetap melakukan pengairan dengan mengambil air dari sungai menggunakan mesin diesel.
Namun, jarak sumber air dengan lahan pertanian membuat proses pengairan membutuhkan waktu cukup lama. Menurut Sukarna, mesin diesel bahkan dapat digunakan hingga sekitar tiga minggu, siang dan malam.
Beroperasinya pompa listrik kini memberikan harapan baru bagi para petani.
“Alhamdulillah, setelah ada pompa listrik ini petani senang,” kata Rukmana.
Ia berharap pengairan yang lebih baik dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Selama ini petani umumnya melakukan panen dua kali dalam setahun.
“Biasanya dua kali. Cita-cita ingin tiga kali,” ujarnya.
Rukmana optimistis target tersebut dapat dicapai apabila kebutuhan air untuk lahan pertanian dapat terpenuhi secara lebih baik.
“Insya Allah bisa tercapai,” katanya.
Peresmian rumah pompa listrik tersebut menjadi langkah untuk membantu kebutuhan pengairan petani sekaligus mendukung ketahanan pangan di Desa Mekarsari. (Zaen)












