Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Didukung Mahasiswa

BANDUNG, LJ – Bangsa yang tercerabut dari akar budayanya maka bangsa itu akan menunggu kematiannya. Dan Indonesia saat ini kondisinya sudah dalam darurat narkoba, karena ada sekitar lima juta warga negara Indonesia yang terkena bahaya narkoba.

Narkoba sendiri menjadi salah satu penyebab kematian bangsa Indonesia. Dan keberadaan mahasiswa diharapkan sebagai pelopor penabuh genderang perang terhadap narkoba. Sebagai generasi masa depan bangsa, mahasiswa tentunya bisa memproteksi diri dari bahaya narkoba.

Demikian disampaikan anggota DPR/MPR RI, Haerudin S.Ag., MH dihadapan Rektor serta ratusan mahasiswa serta civitas akademika Universitas Sangga Buana (USB) YPKP, saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di Kampus USB YPKP, Jalan PHH Mustopha, Kota Bandung, Kamis (24/8/2017).

“Efek dahsyat yang cukup membahayakan adalah narkoba yang sengaja didesain untuk mengamputasi generasi muda terbaik bangsa yang ujungnya runtuhnya keberadaan negeri tercinta,” ujarnya Haerudin yang terpilih dari Dapil Jabar XI.

Selain itu, sosialisasi tersebut bertujuan mengingatkan mahasiswa untuk saling bertoleransi dan menghargai keberagaman dengan terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, Indonesia adalah bangsa yang memiliki keberagaman, tapi tetap bersatu dalam bingkai NKRI.

“Dengan bersatu maka bangsa Indonesia dapat bersama-sama memajukan bangsa dan Negara. Bangsa Indonesia terutama para mahasiswa harus terus menjaga keutuhan bangsa dan negara, jangan sampai tercerabut dari akar bangsanya,” katanya. Seraya menambahkan, sejarah berjalanan bangsa Indonesia memberikan penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Dan ditegaskannya, sosialisasi empat pilar ini juga sebagai upaya agar bangsa ini tak tercerabut dari akar bangsanya, Dan tentunya, mahasiswa bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah bangsa Indonesia sebagai pengukir penggerakan-pergerakan yang berkontribusi besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Disamping itu, sambungnya, mahasiswa merupakan bagian dari rakyat Indonesia, penerus pemimpin masa depan bangsa. Mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan keberlangsungan bangsa sesuai dengan bidangnya masing-masing. Melalui pergerakan mahasiswa sudah saatnya mereka bersatu padu bekerja bersama antar elemen mahasiswa melalui pergerakan-pergerakan yang berada dalam lingkup kampus dan kemudian diwujudkan dalam tindakan yang nyata untuk Indonesia.

Sementara itu, dalam sambutannya Rektor Universitas Sangga Buana, Asep Effendi, menilai sosialisasi Empat Pilar ini penting guna mengingatkan kembali generasi muda terhadap perjuangan para pendahulu dan pemahaman terhadap nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

“Melalui sosialisasi Empat Pilar ini, MPR RI mengajak para pemuda mengingat sejarah perjalanan bangsa, sehingga tidak tercerabut dari akar bangsanya,” terangnya.

Dukung Empat Pilar

Sementara itu, ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Bandung menandatangani kain putih sepanjang empat meter dan lebar satu setengah meter dan dipasang di pintu gerbang Gedung Serba Guna Universitas Sangga Buana. Hal tersebut sebagai pernyataan dukungan mahasiswa terhadap sosialisasi empat pilar.

“Kita mendukung. Empat Pilar merupakan hal yang penting. Sebagai bangsa yang terdiri dari beragam suku, bahasa, dan agama, kita tak membeda bedakan,” ujar Rizal Budiman mahasiswa Jurusan Sistem Informasi itu disela-sela acara.

Melalui aksi itu, Rizal mengharapkan seluruh peserta yang ikut sosialisasi ikut menandatangani kain putih itu. Alhasil ada sekitar 600 peserta yang membubuhkan tandatangannya pada aksi tersebut. Dan menurut Rizal, hasil aksi nyata itu akan dipampang di kampus. (San)

Tinggalkan Balasan