Edi Siswadi: Nasionalisme Itu Harus Tetap Dipertahankan

BANDUNG (Lintasjabar.com),- Dua hari menjelang peringatan Bandung Lautan Api (BLA) 2011, Sekretaris Daerah Kota Bandung Edi Siswadi, Ketua DPRD Kota Bandung Erwan Setiawan, Dandim 0618/BS Letkol Inf. Yutfi Senjaya, Legiun Veteran Kota Bandung, sejumlah pejabat Kota Bandung, dan anggota Korpri melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Selasa (22/03).

Tabur Bunga di awali dengan upacara penghormatan dan peletakan karangan bunga oleh ketua LVRI Kota Bandung Sudirman. Setelah itu Sekda Kota Bandung dan Ketua DPRD juga ikut melakukan tabur bunga di makam para pahlawan.

Peristiwa Bandung Lautan Api sendiri, terjadi tepatnya tanggal 24 Maret 1946. Dimana para tentara dan warga Bandung melakukan pembumihangusan kota, agar tentara sekutu tidak dapat menduduki dan mempergunakan fasilitas yang ada di Bandung saat itu.

Peristiwa BLA itu harus terus dikenang dan diperingati, sebagai upaya untuk mengenang betapa hebatnya masyarakat Bandung saat itu, mempunyai jiwa nasinalisme dan mengorbankan apa yang dimilikinya untuk kepentingan bangsa yang lebih luas. Hal tersebut diungkapkan Edi Siswadi setelah melakukan tabur bunga.

Edi pun mengungkapkan, dengan mengenang peristiwa kepahlawanan, generasi muda akan dapat melihat jiwa kepahlawanan dan pengorbanan pendahulunya. Sehingga jangan sampai semangat pengorbanan itu luntur kalangan generasi muda. “Karena tidak tahu sejarah masa lalu, jangan sampai ke depan untuk membela bangsa dan negara tidak ada keinginan,” jelas Edi.

Saat ini, menurut Sekda rasa nasionalisme itu harus tetap dipertahankan dan ditingkatkan, agar tidak terjadi lagi penjajahan, meskipun penjajahan dalam bentuk yang lain, seperti bidang ekonomi. Saat ini, meskipun sumber daya alam kita melimpah, tetapi lebih banyak dikelola oleh pihak lain, karena ketidakmampuan dalam mengelolanya.

“Agar hal tersebut tidak terjadi lagi maka pendidikan itu merupakan hal yang sangat penting, dan perlu ditingkatkan,” Jelas Sekda.

Selanjutnya, sekda pun mengatakan betapa pentingnya pendidikan, supaya penjajahan bidang ekonomi itu bisa dilawan, karena negara Indonesia itu bukanlah kelas pekerja apalagi kelas pelayan. “Kita ini sebagai pemilik kekayaan alam, sudah seharusnya bisa menjadi pemiliknya, karena untuk dapat mengelolanya diperlukan pendidikan, makanya kita harus memajukan dunia pendidikan “ pungkasnya.

Sementara itu menurut ketua LVRI Sudirman, jumlah pejuang yang ikut BLA sekitar ribuan orang, tetapi yang masih hidup saat ini veteran tersebut hanya sekita 140 orang. “Dulu sih yang ikut berjuang jumlahnya banyak, tetapi yang masih hidup saat ini sekitar 140 orang,” ujarnya. (Herdi)

Tinggalkan Balasan